Polisi Buru Dua Pelempar Kaca Mobil Wartawan

by -

METROPOLITAN – Jajaran Polsek Cibadak Polres Sukabumi terus men­dalami kasus pelemparan mobil war­tawan Pos Kota, Eman Sulaeman (33). Dalam kasus yang terjadi di Jalan Alternatif Nagrak, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Ciheulangtonggoh, Cibadak, itu kaca depan mobilnya rusak berupa retak akibat dihantam benda keras.

Kapolsek Cibadak Kompol Suhardi­man menegaskan, kasus pelemparan batu ini terus didalami. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa batu sebesar kepalan orang dewasa yang diduga untuk melempar kaca mobil hitam bernopol D 950 AM di sekitar lokasi kejadian. Termasuk me­nyisir keberadaan kamera CCTV di sekitar TKP. ”Masih terus diselidiki. Kami terus memproses untuk mengungkap motif kejadian ini dan menge­jar tersangkanya,” tegas Suhar­diman, kemarin. ­

Aksi teror berupa pelemparan batu oleh orang misterius me­nimpa Sule, sapaan akrab Eman Sulaeman, terjadi pada Senin (15/10) sekitar pukul 23:50 WIB. Mulanya, Sule mengemudikan mobilnya sendirian dari arah Cibadak ke Nagrak. Sementara di depannnya, ada rekan se­profesinya dari media berbeda, Ujang Herlan (28), yang mengen­darai sepeda motor. Di lokasi, dari arah berlawanan muncul sepeda motor berboncengan. Tiba-tiba penumpangnya melemparkan benda keras te­pat ke bagian kaca depan sopir hingga retak.

Melihat hal itu, Sule langsung berhenti dan membunyikan klakson hingga rekannya kem­bali menghampiri. Kedua pelaku kabur. Sule memutar­balikan mobilnya. Bersama rekannya lalu berupaya menge­jar pelaku yang kabur ke arah Sukabumi. Namun, mereka kehilangan jejak di pertigaan ketika pelaku masuk ke jalur utama Sukabumi-Bogor. “Saya nggak jelas lihat motor dan wajah pelaku. Yang pasti pakai sepeda motor, penumpangnya sekilas terlihat melempar batu. Prak, kaca pecah. Kondisi waktu itu sepi,” beber Sule.

Terpisah, Ketua Sukabumi Jurnalis Forum (SJF) Toni Ka­majaya meminta polisi berge­rak cepat mengungkap motif tersebut dan menangkap pela­kunya. “Usut tuntas motif pe­lemparan batu ke mobil war­tawan Pos Kota yang juga ang­gota SJF ini. Apakah pelempa­ran batu itu ada keterkaitan dengan profesi atau murni kriminal,” tegas Toni.

Sekretaris DPD Gerakan Ma­hasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat Dewek Sapta Anugrah menyampaikan desakan serupa. Malah, aktivis asal Sukabumi ini menilai bisa saja aksi teror itu ada kaitannya dengan profesi Sule sebagai wartawan. ”Bisa jadi ini meru­pakan upaya untuk menghen­tikan langkah beliau dalam memberikan berita bagi ma­syarakat, khususnya terkait kasus-kasus besar di Sukabumi. Kepolisian wajib menindakla­njuti agar diketahui siapa yang menjadi pelakunya,” pungkas­nya. (hep/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *