Setiap Senin Sampah Melonjak

by -

METROPOLITAN – Hingga saat ini sampah masih jadi persoalan utama di Kota Bogor. Per hari tumpukan sampah yang dihasilkan warga Kota Bogor mencapai 470 ton. Angka itu bisa melonjak hingga dua kali lipat dari hari biasa setiap Senin. Padahal, sam­pah setiap hari diangkut 126 truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Kabid Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Ade Nugraha, menutur­kan, berdasarkan data UPTD, pemrosesan sampah akhir hingga Agustus 2018 di Kota Bogor rata-rata sebesar 475 ton per hari. Angka tersebut tidak termasuk sampah yang diproses melalui Reuse, Reduce, Recycle (R3), bank sampah, lapak loak dan warga yang buang sampah ke sungai, lahan kosong atau dibakar.

Baca Juga  Macet Di Mana-Mana, Penghargaan WTN Disangsikan

“Timbunan sampah paling banyak itu Senin, karena di akhir pekan banyak keluarga yang berkumpul di rumah. Ba­hkan, sampah bisa diangkut dua balik,” ujarnya. Menurut dia, saat ini volume sampah paling besar yakni permukiman warga mencapai 75 persen. Sedangkan karak­teristik sampahnya sebesar 50 persen organik dan 50 persen nonorganik. ”Sampah plastik itu 13 sampai 14 persen, sisanya sampah nonorganik,” katanya.

Untuk mengurangi volume sampah, DLH saat ini meng­galakkan beberapa program. Mulai dari unit 3R, bank sam­pah dan Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengu­rangan Sampah Plastik.

Adanya larangan penggu­naan kantong plastik yang di­galakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat berdam­pak yakni berkurangnya tim­bunan sampah plastik. Sedang­kan di Kota Bogor timbunan sampah mencapai 700 ton per hari dengan jumlah sampah plastik mencapai 100 ton per hari.

Baca Juga  Perilaku Pegawai Pemkot Bekasi Ini Bikin Malu

”Ini tentu sangat memprihat­inkan, mengingat sampah plas­tik butuh waktu 200 tahun sampai 1.000 tahun untuk terurai. Ini bisa sangat mem­bahayakan lingkungan jika penggunaannya tidak dikurangi,” bebernya.

Tak sekadar program, lanjut Ade, larangan menyediakan kantong plastik juga sudah memiliki landasan hukum berupa Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Peng­gunaan Kantong Plastik. Pihaknya berharap masyarakat Kota Bogor ikut serta mengurangi kantong plastik. (ads/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.