Di Antara Ambisi dan Mimpi

by -

METROPOLITAN – Rp75 miliar uang rakyat yang terkuras dalam pembangunan hotel bintang tiga milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor, yakni PT Sayaga Wisata, belum juga rampung. Yang paling mengagetkan, perusahaan pelat merah itu malah kembali meminta sumbangan dana ke pemerintah daerah melalui DPRD Kabupaten Bogor agar ditambah menjadi Rp125 miliar demi menyelesaikan megaproyek hotel berbintang tersebut.

PT Sayaga Wisata diketahui telah menghabiskan anggaran
Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari APBD Kabupaten Bogor senilai Rp75 miliar. Saat ini pihaknya mengajukan kembali sekitar Rp125 miliar. Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri, mengatakan, pembangunan Hotel Sayaga Wisata saat ini masih berjalan hingga Desember 2018.

Baca Juga  Bergerak Bersama Warga

“Kemarin kita sudah minta PMP untuk penyelesaian modal, karena kita sebelumnya hanya dikasih
Rp51 miliar,” katanya. Supriadi pun membantah tuduhan ambisius yang dialamatkan mahasiswa kepada perusahaan yang dipimpinnya tersebut. “Memang untuk membuat hotel sekelas bintang tiga itu anggarannya Rp125 miliar,” katanya.

Terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Provinsi Jawa Barat, Iksan Awaludin, menilai jika pembangunan hotel ini sangat ambisius dan melupakan hal subtantif, dalam hal pemerintahan. “Kami menilai PT Sayaga Wisata sangat arogan,” tegasnya. Menurut Iksan, awal proses pelelangan dan pembangunan hotel pun banyak menuai kontroversi. Hal itu terlihat saat PT Sayaga ngotot meminta modal lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin, mengatakan, pengajuan PMP dari PT Sayaga Wisata belum tentu bisa disetujui. Sebab, harus melalui beberapa mekanisme yang ditempuh sebelum tambahan  modal itu diberikan. “Pengajuan modal itu pertama harus menerima laporan PMP. Lalu, melaksanakan audit pengalokasian anggaran,” pungkasnya. (mul/c/yok/py)

Baca Juga  Siswa Dan Guru Sudah Terlindungi Asuransi

Leave a Reply

Your email address will not be published.