Koalisi LSM Desak Bupati Turun Tangan

by -

METROPOLITAN – Koalisi LSM Sukabumi menanggapi adanya 350 siswa yang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masjid dampak proyek trek ganda PT KAI. ”Sebagai warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, merasa prihatin dengan kondisi ini,” kata Ketua Koalisi LSM Sukabumi Sony Armet kepada Metropolitan, kemarin. Menurutnya, negara ini begitu besar tetapi masih saja terdapat kasus seperti ini. Karena itu, pihaknya mengimbau pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, bisahadir di tengah kondisi mereka saat ini. ”Harusnya bisa tampil di tengah-tengah masyarakat, terutama masalah pendidikan karena pendidikan sangat menunjang bagi semua kalangan,” jelasnya. Ia juga mendesak Bupati Sukabumi Marwan Hamami melalui Dinas Pendidikan dapat memperhatikan kondisi anak-anak yang belajar di masjid. Pemerintah daerah harus sesegera mungkin melakukan langkah untuk anak-anak. ”Adikadik kita yang sementara mereka belajar sambil duduk di teras ini sangat memprihatinkan sekali. Kami berharap dari dinas terkait dapat segera cepat tanggap,” harapnya. Jika ada hal yang berkaitan dengan pendidikan, lanjutnya Dinas Pendidikan harus segera berani turun ke lapangan menyangkut hal ini. “Pak bupati harus turun ke Cicurug,” pintanya. Sony menuturkan, atas nama koalisi LSM Sukabumi siap mendukung demi terciptanya Indeks Pembangunan Pendidikan di Masyarakat (IPPM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia ingin Sukabumi tidak tertinggal, apalagi terjadi seperti ini. Terlebih biaya penggantinya atau kerohimannya tidak sesuai. ”Sedangkan kita tidak tahu nasib dari mereka, bisa saja ke depannya jadi pejabat atau jadi orang penting di negera ini,” katanya. Para siswa tersebut, imbuhnya, merupakan aset yang perlu dirawat dan dijaga lebih baik. “Kepada orang nomor satu atau nomor dua serta kepala dinas, secepatnya turun melihat anakanak kita,” pungkasnya. (hep/ els/run)

Baca Juga  Warga Keluhkan Suara Bising Pabrik Eks Saraswati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *