Menanam Pisang Di Tanah Kas Desa

by -

Sidoarjo – Buah pisang selalu menjadi idola di tengah masyarakat, apalagi harganya terjangkau dan dapat dibeli dimana saja. Belum lagi dengan kandungan sehatnya. Namun pisang juga dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi.

Hal ini kemudian menginspirasi seorang kepala desa untuk menanam pisang di Tanah Kas Desa (TKD). Adalah Kepala Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Achmad Fadil, yang memiliki gagasan tersebut.

Tanah seluas 1 hektare itu mulai ditanami pisang pada awal tahun 2017. Saat itu hanya ada 444 pohon pisang.

“Pohon pisang yang ditanam di lahan tersebut ada dua jenis yakni pisang Gajih Merah dan Pisang Susu,” kata Fadil, Sabtu (24/11/2018).

Baca Juga  Disperumkim Belum Rampungkan Pemberian Identitas Pohon

Fadil menaksir keuntungan dari menanam pohon pisang bisa mencapai Rp 250 juta/tahun bilamana tiap tahun pohon-pohon pisangnya panen sebanyak 25.000 tandan/tahun.

“Pemasarannya juga sangat mudah. Selain itu harga pisang kan relatif tinggi. Saat panen pertama kemarin, kami bisa menjual pertandan Rp 100 ribu untuk pisang Gajih Merah,” tandasnya.

Untuk budidayanya, Fadil juga melibatkan 7-12 warga, terutama yang tidak memiliki pekerjaan. “Membudidayakan pisang itu sangat mudah, namun harus memahami cara menanam pohon pisang itu sendiri. Pada saat awal menggali lubang tidak boleh langsung ditanami. Harus menunggu dua minggu baru ditanami, agar galian tersebut mendapatkan asupan oksigen,” terang Fadil.

Agar perkembangannya optimal, pohon pisang yang ada harus mendapatkan asupan air yang cukup. “Kalau pada saat musim kemarau seperti ini ya harus diberikan air di sekelilingnya,” lanjut Fadil.

Baca Juga  Penghujung Tahun, Warga Cemplang Baru Santuni 30 Yatim

Tak sia-sia, kini sudah ada 4.000 lebih pohon pisang yang ditanam di lahan TKD tersebut. Semua biaya perawatan juga ditanggung oleh BUMDes, dan hasilnya pun kembali masuk kantong BUMDes.

“Saat ini juga sudah banyak yang memesan pisang tersebut. Hasilnya selain dijual juga ada sebagian kecil untuk pelatihan ibu-ibu Karang Taruna membuat aneka makanan ringan,” tambah Achmad. (lll/lll)

Sumber : DetikNews

Leave a Reply

Your email address will not be published.