Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara

by -

METROPOLITAN – Jaksa Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) menuntut Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola hukuman pidana penjara delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Zumi dianggap jaksa terbukti menerima gratifikasi serta memberi suap.

”Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana terhadap Zumi Zola Zulkifli berupa pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan,” kata Jaksa KPK Tri Anggoro saat membaca­kan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Ja­karta,Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). Jalan Bungur Besar Raya,

Zumi diyakini melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor Tahun 2001 tentang Pemberan­tasan Tindak Pidana Korupsi jun­cto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP. Zumi Zola juga diyakini jaksa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Baca Juga  PAN bakal Evaluasi Posisi Taufik Kurniawan

Jaksa KPK meyakini Zumi keter­libatan Zumi dalam praktik grati­fikasi dengan dibantu tiga rekan­nya Apif Firmansyah, Asrul Pand­apotan Sihotang dan Arfan.

Praktik gratifikasi itu dilakukan selama Zumi menjabat sebagai gubernur Jambi periode 2016-2021. Besaran gratifikasi adalah Rp37.477.000.000, USD 183.300, SGD 100.000 dan satu unit Toyo­ta Alphard.

Gratifikasi itu diyakini jaksa di­terima Zumi Zola dalam kurun waktu Februari 2016 hingga No­vember 2018 dari para rekanan Zumi yaitu Muhammad Imadudin alias Iim, Agus Herianto, Endria Putra, Nicko Handi, Rudy Lidra, Jeo Fandi Yoesman alias Asiang, Hardono alias Aliang, Yosan To­nius alias Atong, Andi Putra Wijaya alias Andri Kerinci, Kendry Ario alias Akeng, Musa Effendy serta rekanan lainnya.

Baca Juga  IPB Siap Buka Sekolah Kopi

Selain itu, Zumi diyakini jaksa telah memberikan suap Rp16,4 miliar kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Pemberian suap itu agar DPRD Jambi menyetujui Raperda APBD tahun anggaran 2017 dan tahun anggaran 2018 menjadi Perda APBD 2017 dan 2018.

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, terdakwa kasus dugaan pe­nerima gratifikasi dan suap peng­esahan APBD Provinsi Jambi eng­gan berkomentar banyak setelah dituntut delapan tahun penjara dan denda pidana Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. ”Saya hormati apa yang sudah disampaikan JPU, kami ikuti proses selanjutnya, terima kasih,” kata Zumi usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Zumi pun akan mengajukan nota pembelaan atas tuntutan tersebut. ”Kami akan mempersi­apkan pembelaan diri yang mulia,” ujar penasihat hukum Zumi, Fa­rizi. Ia mengaku pihaknya akan mempelajari tuntutan tersebut karena banyak yang tidak dibaca­kan jaksa KPK dalam persidangan. (de/feb/run)

Baca Juga  Warga Bogor Tak Percaya Bupatinya Ditangkap KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published.