Delapan Kursi Pejabat Pemkot Kosong Bima Ingin Empat Dilelang

by -

METROPOLITAN – Tahun ini, ada delapan kursi eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang kosong ditinggal penghuninya yang memasuki masa pensiun. Namun mendekati akhir tahun, posisi tersebut belum juga terisi secara definitif karena proses lelang jabatan atau open bidding pun tak kunjung dilakukan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemkot sudah menyurati Komite Aparatur Sipil Negara (ASN) beberapa waktu lalu, dan saat ini masih menunggu jawaban dari surat tersebut. “Posisinya masih menunggu jawaban dari Komite ASN, sudah disurati, berapa posisi yang diganti, berapa yang mutasi.

Begitu (jawaban dari Komite ASN) oke, langsung tahap pertama kita lantik, bulan ini lah,” kata Bima saat ditemui awak media, belum lama ini. Suami Yane Ardian itu mengakui, dari delapan jabatan yang kosong, pihaknya mengajukan empat posisi untuk dilakukan lelang jabatan atau open bidding kepada komite ASN.

Sedangkan sisanya bakal dilakukan rotasi mutasi pegawai. Namun, dia enggan menjabarkan posisi yang akan di open biddingkan, yang sedang diajukan ke pemerintah pusat. “Sudah diajukan empat posisi, yang diopen bidding. Jadi ada beberapa yang open bidding, beberapa lagi digeser,” paparnya.

Baca Juga  Target PAD Turun, Dewan Minta Bapenda Kerja Keras

Terpisah, Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier pada Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Heny Nurliani menuturkan, ada delapan kursi eselon dua yang kosong, yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA), Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Kepala Inspektorat, Sekretariat DPRD, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asisten Administrasi Umum dan Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan dan Kesehatan Rakyat (Asperbangkesra).

“Tahapannya masih berjalan. Kami masih menunggu arahan dari Pak Wali saja,” singkatnya. Diketahui, setelah Edgar Suratman yang meninggalkan kursi Asperbangkesra tahun lalu, ada tujuh kursi eselon dua lain yang mengikuti jejaknya. Diantaranya Kepala Bapenda Daud Nedo Darenoh, Kepala DKP Subur Herdiman, Kepala BKPSDA Fetty Qondarsyah, Kepala Inspektorat Aim Halim Hermana, Asisten Administrasi Umum Arief Mustofa, Sekretaris DPRD Dwi Roman Pujo dan Staf Ahli Bambang Budianto. (ryn/b/yok)

Baca Juga  PKL Jadi Masalah Utama Penerapan SSA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *