JPPR Duga Ketum PPP Kampanye di Depan Pegawai Kemena

by -

METROPOLITAN – Lembaga pemantau pemilu yang tergabung dalam Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Bogor mencium adanya kampanye terselubung pada peringatan Hari Jadi ke-71 Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor di Kebun Raya Bogor, Rabu (12/12).

Kegiatan tersebut mendatangkan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau akrab disapa Romy yang tidak ada sangkut pautnya dengan tupoksi kementerian.

Wakil Koordinator JPPR Kota Bogor Fahrizal mengatakan, kegiatan yang diperingati sebagai Hari Amal Bakti (HAB) itu dihadiri ketum PPP dan sejumlah calon anggota legislatif (caleg). Konidisi ini dinilainya janggal dan sangat mencurigakan. Pantauan JPPR, Romy juga dipersilakan memberi sambutan.

Padahal, Fahrizal menganggap sambutan tersebut menjadi momen politik yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kemenag Kota Bogor.

“Karena itu kami mensinyalir HAB Kemenag Kota Bogor dijadikan ajang kampanye untuk mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kota Bogor untuk mendukung calon tertentu.

Baca Juga  BPKJ Ajak Warga Kota Sukabumi Senam SKJ

Ini sangat melanggar aturan yang ada di Kemenag yang notabenenya adalah ASN. Netralitas ASN ini sudah gamblang diatur dalam UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN,” tegas Fahrizal.

Atas temuan tersebut, JPPR menyampaikan tiga tuntutannya.

Pertama, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor melakukan investigasi atas dugaan kampanye terselubung dalam tubuh Kemenag Kota Bogor.

Kedua, mendesak pihak berwenang untuk juga memberi sanksi seberat beratnya berupa pencopotan jabatan kepada kepala Kemenag Kota Bogor atas dugaan penyelewengan kekuasaan dalam HAB tersebut terkait waktu di jam efektif pelayanan kerja dan keterlibatan partai politik serta caleg dalam agenda tersebut. Ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang kode etik ASN yang dimaksud adalah melakukan pendekatan terhadap partai politik.

Baca Juga  Setarakan Pendidikan Agama, Elly Yasin Suarakan UU Pesantren

Ketiga, usut dugaan pungutan liar dalam agenda HAB Kemenag Kota Bogor yang mewajibkan peserta membayar Rp50.000. Padahal, JPPR menduga sudah ada anggarannya. Meskipun tidak ada, tidak logis administrasi masuk Kebun Raya dengan harga tersebut.

Saat ini, lanjut Fahrizal, JPPR sedang menyiapkan berkas untuk melaporkan temuan ini ke Bawaslu Kota Bogor. Rencananya, laporan akan disampaikan hari ini. “Besok (hari ini, red) baru akan dilaporkan ke Bawaslu. Kami sedang siapkan berkas-berkasnya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kemenag Kota Bogor Ansurullah mengaku tidak ada kampanye dalam kegiatan tersebut meski membenarkan kehadiran ketum PPP. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan Family Gathering untuk silaturahmi dan kemajuan Kemenag. “Tidak ada kampanye. Kami hanya Family Gathering untuk kemajuan Kemenag.

Baca Juga  Purna Tugas, Sekcam Cijeruk Pamitan

Prinsipnya sudah saya sampaikan, kegiatan itu meningkatkan silaturahmi untuk karyawan. Karena ada juga karyawan yang bertahun-tahun istrinya tidak hadir dan sekarang bisa, makan-makan bareng,” kata Ansurullah saat dikonfirmasi Metropolitan.

Bagi Ansurullah, kedatangan Romy bukan sebagai ketua partai tetapi sebagai narasumber wawasan kebangsaan. Saat ditanya kenapa lebih memimilih menghadirkan pembicara yang juga tokoh politik, dirinya beralasan karena melihat keilmuan Romy.

“Itu adalah untuk narasumber wawasan kebangsaan. Bukan sebagai ketua partai tapi keilmuan yang dimiliki beliau,” katanya.

Pada prinsipnya, siapa pun yang berkeilmuan, partai mana pun yang punya keilmuan, kita undang. Bukan karena parpolnya tapi personnya. “Kami family gathering, yang hadir semua unsur Kemenag.

Saya sebagai kementerian harus netral, tidak boleh berpihak,” pungkasnya. (fin/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *