Setahun, Kapolda Pecat 9 Anggota Yang Terlibat Kasus Narkoba

by -

METROPOLITAN – Sepanjang 2018, Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah memecat atau diberhentikan tidak hormat kepada sembilan orang anggota polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba. Mereka yang di pecat rata – rata berpangkat Bintara. Sedangkan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) di wilayah hukum Polda Jabar menurun sepuluh persen.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menuturkan, bahwa musuh terbesar saat ini kejahatan yang berkaitan dengan narkoba. Bahaya narkoba bisa masuk ke suruh komponen masyarakat termasuk di kepolisian.

Sepanjang tahun 2018, pihak sudah memproses sembilan anggota yang terlibat jaringan narkoba. Ketika ada anggota yang terlibat kasus jaringan narkoba, pihaknya tak segan-segan memproses hukumnya. “Dalam setahun, ada 9 anggota yang sudah di pecat karena masuk kedalam bagian jaringan Narkorba dan rata-rata mereka Bintara,” ujar

Baca Juga  Ada 2 Kg Bahan Peledak di Rumah Kayat

Dirinya juga sangat prihatin ketika memberhentikan anggota yang terlibat jaringan narkoba, karena mereka memiliki anak dan istri. Apalagi, ketika mereka yang di pecat tidak lagi menerima gaji.

Tapi, jika ini di biarkan, benalu- benalu ini sangat membahayakan dan bisa menular ke anggota yang lain. “Keputusan yang tegas diambil dengan harapan agar bisa memutus jaringan narkoba. Sekarang ini, bagimana menjaga Jabar bebas narkoba dan kondusif,”katanya.

Kapolda menegaskan, dalam memerangi bahaya narkoba, tidak mungkin hanya penegak hukum saja yang berperan aktif. Tetapi, di perlukan juga dukungan dan fartisifasi masyarakat, sehingga rantai kejahatan narkoba bisa di putus. Selama ini, kejahatan narkoba yang di ungkap oleh Polri, Badan Narkotika itu sangat minim sekali informasi dari masyarakat.

Baca Juga  Empat Tersangka Prostitusi Online Artis Ajukan Penangguhan Penahanan

Dalam mengungkap peredaran narkoba, Polri bekerja hanya berdasarkan pada analisa, penyelidikan dan ditingkatkan oleh penegak hukum. “Saya sangat menyambut baik, pemkot bogor ada kerja sama dengan para Lurah dalam memerangi kejahatan narkoba,” bebernya.

Dari hasil analisa dan evaluasi selama satu tahun ke belakang untuk ganguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jabar mengalami penurunan yang cukup singnifikan sebanyak 10 persen.

Walaupun ganguan kabtibmas sudah menurun, pihaknya masih prihatin. Karena masih kerap timbul kasus pencurian dengan kekeras. Seperti kasus pencurian rumah kosong, jambret dan pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan. “Tahun ini, ganguan Kamtibmas turun sepuluh persen. Tapi, kasus pencurian dengan kekerasan masih tinggi,”tukasnya. (ads/c/feb/py)

Baca Juga  Wah, Penembakan di SD San Bernardino AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *