Tewas setelah Jalan Kaki

by -

METROPOLITAN – Ada kabar duka di balik suksesnya acara Reuni 212 di Monas, kemarin. Seorang pria diduga meninggal dunia lantaran kelelahan usai mengikuti acara tersebut. Berdasarkan infor­masi yang dihimpun, pria tersebut bernama Idris (53) yang berdomi­ 11/08, Kampung Melayu, Jatinesili di Jalan Tanah Rendah, RT gara, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu membenarkan adanya seorang pria yang me­ninggal. Namun demikian, ia menyatakan bahwa Idris tidak meninggal saat berada di Monas. ”Iya, tapi bukan di sini,” singkat Roma saat dikonfirmasi. ­

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi rumah  Idris, peserta Reuni Aksi 212 yang meninggal dunia, di ka­wasan Kampung Melayu, Ja­karta Timur. Maisuroh yang merupakan kakak dari Idris mengatakan, kakaknya memang mengikuti Reuni Aksi 212 pagi tadi. Idris berangkat dari rumah sekitar pukul 08:00 WIB meng­gunakan sepeda motor.

Maisu­roh menuturkan, pada malam sebelumnya Idris sempat mengik­uti kegiatan Maulid Nabi di masjid dekat rumah hingga pukul 02:00 WIB dini hari. ”Ta­di pas berangkat masih keliha­tan sehat, kelihatan semangat banget,” ungkap Maisuroh.

Maisuroh menceritakan ka­kaknya tersebut tak sempat masuk hingga kawasan Monas. Idris kemudian memilih pulang lebih dulu. “Merasa sudah nggak enak badan, dia (Idris, red) mau pulang duluan. Pas mau ng­eluarin motor dari parkiran, dia tiba-tiba jatuh dan langsung meninggal,” tutur Maisuroh.

Baca Juga  IMM DKI Terjunkan Ribuan Kadernya Usut Kasus Bom Kampung Melayu

Maisuroh baru mendapat ka­bar kakaknya meninggal sekitar pukul 11:00 WIB. Menurutnya, kakaknya memang memiliki riwayat penyakit jantung. ”Me­mang sebelumnya dia punya riwayat sakit jantung,” ujarnya.

Idris memang berangkat ke Monas mengendarai sepeda motor bersama ratusan warga Jalan Tanah Rendah. Ramainya aktivitas lalu lintas menyebab­kan perjalanan rombongan terhenti tepat di depan Gedung Universitas YAI, Jalan Kramat Kwitang, Senen, pada pukul 09:30 WIB. Ia bersama rombongan pun terpaksa memarkirkan ken­daraan mereka di sekitar lokasi dan melanjutkan perjalanan menuju Monas berjalan kaki.

Tetangga almarhum yang juga ikut rombongan, Rani (43), mengaku langkah Idris terhen­ti di sekitar Tugu Tani setelah dua jam berjalan dari Gedung YAI. ”Bayangin, dari YAI sampai Tugu Tani saja dua jam. Sudah nggak bisa jalan tuh. Yang lain mencar-mencar. Belum sampai Monas itu,” ujar Rani.

Idris pun memutuskan kem­bali ke lokasi tempat motornya diparkirkan sekitar pukul 11:00 WIB setelah dua jam terjebak di perjalanan. Ia pun menghu­bungi Rani dan menyatakan hendak pulang karena melihat banyak massa yang sudah kem­bali dari arah Monas. ”Sudah tuh jalan lagi dari Tugu Tani sampai YAI. Dia telepon saya, bilang mau balik saja. Saya posisinya sudah pulang du­luan, orang nggak bisa jalan,” katanya.

Baca Juga  Kekasihku, Menjadi Suami Orang Lain (1)

Tak lama berselang, ia menda­patkan kabar bahwa Idris men­galami kecelakaan. Rani pun tak percaya lantaran ia baru saja berbicara dengan Idris be­berapa menit lalu. ”Saya dapat telepon dari tetangga yang ma­sih di sana, katanya Pak Idrus kecelakaan. Saya nggak percaya kan, orang tadi nggak kenapa-kenapa pas nelepon,” jelasnya.

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, Idris sebagai ketua RW merupakan sosok yang pe­duli dengan lingkungan seki­tarnya. Semuanya menceritakan betapa dia adalah pemimpin di kampungnya,” ungkap Anies.

Anies mengaku Pemprov DKI akan memastikan seluruh pro­ses pemakaman hingga tuntas. “Seluruh pemakaman hingga tuntas dibantu pemprov, jadi kita ingin keluarga tidak terbe­bani peristiwa yang terjadi men­dadak ini,” ucapnya.

Ungkapan belasungkawa juga disampaikan calon presiden (capres) Prabowo Subianto lewat akun Twitter-nya. “Innalillahi wainnailaihi roojiuun. Turut berdukacita atas meninggalnya peserta Reuni 212, Bapak Idris warga Jalan Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jatinegara. Semoga mendapat tempat ter­baik di sisi Allah SWT dan kelu­arga diberi keikhlasan dan ke­tabahan. Amiin,” tulisnya.

Sementara itu, jamaah pe­serta Reuni 212 di luar prediksi. Sejak Sabtu (1/12), peserta sudah mulai terlihat masuk ke wilayah Monas dan sekitarnya. Masjid-masjid yang berada di Jakarta Pusat pun terlihat mengalami peningkatan jumlah jamaah salat. Kedatangan peserta terus membeludak pada Sabtu ma­lam yang terlihat di beberapa stasiun kereta, seperti Stasiun Cikini, Juanda dan Gondang­dia. Bahkan di Stasiuan Gam­bir pun terlihat pergerakan massa peserta 212 yang datang dari luar Jakarta. Massa yang datang dari luar kota, sebagian ada yang langsung menuju kawasan Monas.

Baca Juga  Ahok Akan Mendapat Kejutan Jabatan Baru Dalam Waktu Dekat, Benarkah Itu?

Namun seba­gian ada yang memilih beristi­rahat terlebih dahulu di masjid-masjid yang berada di Jakarta Pusat. Puncaknya, Minggu (2/12) pagi, lonjakan peserta Reuni 212 benar-benar mem­beludak. Antrean panjang pe­numpang terlihat di beberapa stasiun kereta. Kondisi itu terjadi karena mayoritas pe­serta Reuni 212 di sekitar Ja­bodetabek memilih berangkat di pagi hari menggunakan transportasi kereta api.

Mem­beludaknya peserta yang datang, membuat Monas tak mampu menampung peserta Reuni 212, hingga akhirnya peserta pun meluber ke kawasan Menteng, Thamrin dan Sarinah, bahkan ke Senen. ”Sepertinya jumlah peserta hampir atau bahkan lebih banyak dari yang 4 No­vember 2016 atau Aksi Bela Islam 411 kalau tidak salah. Lihat saja peserta sampai berada di sini (Thamrin, red),” kata salah seorang petugas perhubungan. (rm/tir/dtk/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.