Angkot Ber-AC Mau Dibuang ke Kabupaten Bogor

by -

METROPOLITAN – Sengkarut masalah operasional angkot ber-AC di Kota Bogor rupaya berimbas ke Kabupaten Bogor. Tidak kunjung ada kejelasan beroperasi dan jaminan secara hukum dari dinas terkait, beredar kabar bahwa angkot dengan berbagai fasilitas kekinian itu akan ‘dibuang’ ke tetangga sebelah, Kabupaten Bogor. Hal itu seperti yang diamini Badan Pengawas Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) Dewi Jani Tjandra. Dewi mengaku telah mengajukan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat agar sebelas unit bus bisa dialihkan menjadi kendaraan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sasarannya trayek Bogor (Pasar Anyar) ke Citeureup.

“Sudah dilayangkan. Secepatnya sih katanya ada keputusan, setelah rapat. Mungkin setelah sampai suratnya. Senin itu mereka rapat,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Baca Juga  Akhir Tahun, Rerouting Diterapkan

Ia juga mengaku sudah ‘sounding’ ke Dishub Kota Bogor mengenai usulan ini. Namun belum berkomunikasi ke Dishub Kabupaten Bogor karena menunggu keputusan dari provinsi. “Kami ingin itikad baik saja sebelum pindah. Katanya sih (Dishub Kota Bogor, red) mau dirapatkan dulu Senin besok juga,” paparnya.

Keputusan itu, sambungnya, diambil karena tak kunjung ada kejelasan soal operasional dan mesti gigit jari karena menunggu tanpa ada kepastian. Padahal angsuran bulanan pengadaan kendaraan harus terus dibayarkan. “Makanya kami coba jalan di jaringan lain,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tidak masalah jika angkot ber-AC yang ramai dibicarakan di Kota Hujan masuk dan mengaspal di jalanan Bumi Tegar Beriman. Jika memang itu punya manfaat buat masyarakat di bidang transportasi. Namun ada beberapa catatan, di antaranya perlu dilihat kemampuan warga. Sebab, ongkos angkot dengan fasiltas AC, TV, Wifi, mesin tapping e-money dan CCTV itu pasti lebih mahal daripada angkot konvensional yang sudah ada.

Baca Juga  Proyek Bandara Sukabumi Terganjal Tataruang

“Sebetulnya bukan dialihkan. Biasanya orang kabupaten, misal Cibinong, mau ke Ciomas pasti lewat kota. Trayeknya ya nggak apa-apa selama ada manfaatnya. Cuma ya dilihat juga daya beli masyarakat karena angkot AC pasti lebih mahal ongkosnya,” ujarnya.

AY, sapaan karibnya, mengaku sejauh ini belum mendapat banyak komplain dari masyarakat soal masalah angkot di Kabupaten Bogor. Walaupun jumlah armada angkutan yang ada sekarang diakuinya masih kurang dibandingkan banyaknya jalur angkutan. Apalagi masalah infrastruktur lebih masuk prioritasnya dibanding persoalan transportasi. “Intinya tidak ada masalah kalau mau lewat, yang penting tidak berbenturan dengan trayek lain. Jujur saya khawatir juga kalau dipaksakan. Tapi ya kalau lewat-lewat saja sih nggak masalah ya. Fokus infrastruktur dulu, jalan rusak, macet di sana-sini, itu dulu,” pungkas AY. (ryn/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.