Bentrok dengan Debt Collector, Warga Dihantam Pipa Besi

by -

METROPOLITAN – Idrus (56) warga Kampung Banjarwaru, RT 01/02, Desa Banjarwaru, harus mendapat perawatan medis setelah menjadi korban keributan di Jalan Raya Gadog, Simpang Seuseupan, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (19/1) sekitar pukul 21:00 WIB.

Pria yang sehari-hari sebagai tukang ojek pengkolan itu harus mendapat lima jahitan di kepalanya lantaran hantaman pipa besi yang digunakan salah satu oknum yang diduga Debt Collector (DC), yang tengah beroperasi tidak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian itu bermula sekitar pukul 18:30 WIB, saat seorang warga bernama Pandu merasa diperhatikan sekelompok orang tak dikenal. Menaruh curiga terhadap sekelompok orang tersebut, Pandu mencoba menghindar dengan melarikan diri ke arah rumahnya.

Baca Juga  Ngaku Debt Collector dan Mau Sita Motor Warga, Padahal Motornya Udah Lunas, Begini Endingnya

Pandu yang tengah mencoba kabur dari sekelompok orang tak dikenal itu sontak menimbulkan keramaian yang membuat warga sekitar berhamburan. Hal itu tentu memicu keributan antara warga dengan sekelompok orang tak dikenal itu. Idrus yang saat itu mencoba melerai keduanya harus rela terkena hantaman pipa besi yang dilayangkan kawanan DC.

“Sebanyak delapan orang yang diduga sebagai rekan pelaku sudah diamankan di Polsek Ciawi, di antaranya SE, DL, T, HL, LS, UA, I LO dan FA untuk kemudian dilakukan pendalaman,” beber Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena.

Muncul dugaan keributan yang terjadi pada Sabtu malam itu merupakan buntut dari kejadian pada Jumat (18/1) lalu. Pasalnya, baik keributan pada Jumat dan Sabtu malam tersebut, berada di lokasi yang sama. Sementara itu, Kapolsek Ciawi Kompol Sahroni mengatakan, kejadian pada Jumat sore lalu berangkat dari keresahan warga sekitar yang kerap menjumpai DC beroperasi di kawasan tersebut, sehingga memunculkan keresahan warga.

Baca Juga  Cinta Segitiga Antar Polisi Berujung Dengan Laporan Perzinaan

“Mulanya disebabkan karena DC sering beroperasi di wilayah Desa Bendungan. Oleh pemuda karang taruna (warga Bendungan, red) ditegur karena sering melakukan penarikan kendaraan dan membuat resah warga sekitar,” ujarnya.

Pasca-kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat Desa Bendungan serta menghadirkan perwakilan dari pihak DC Ambon tersebut untuk kemudian dilakukan musyawarah antarkedua belah pihak. “Kita selesaikan semuanya dengan musyawarah, yang disertai sejumlah perjanjian kesepakatan damai antarkedua belah pihak,” tutupnya. (ogi/c/feb/run)

One thought on “Bentrok dengan Debt Collector, Warga Dihantam Pipa Besi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *