Bima Inginkan Direksi Berpengalaman

by -

METROPOLITAN – Usai panitia seleksi (pansel) calon direksi PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) mengumumkan 15 nama yang telah lolos seleksi Uji Kepatutan dan Ketaatan (UKK), perebutan kursi direksi PD PPJ kian panas. Hal itu karena sejumlah nama lama dan baru mewarnai perebutan kursi direksi.

Lima nama yang lolos menempati posisi direktur utama di antaranya A Thamrin Anwar, Doddy Syachrul Mugni, M Ilyas Yahya, Muzakkir dan Syarief Gerald Prasetya. Sedangkan posisi direktur umum, Abdi Bagus Kurniawan, Afif Firman Hadi, Bernard Nicolas Lumowa, Jenal Abidin dan RM Arief Subandi. Sedangkan untuk posisi direktur operasional ada Agus Siswoprasodjo, Daa Suryana, Deni Ari Wibowo, Handaru dan Mahfudin.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bogor Tri Irianto mengatakan, usai tahapan UKK, ke-15 peserta yang lolos akan mengikuti tahapan selanjutnya pada Sabtu (12/1) (besok, red). “Mereka akan mengikuti UKK tahap dua serta UKK tahap II pada 16-17 Januari di Auditorium Pascasarjana Universitas Pakuan Lantai 3 Jalan Pakuan Ciheuleut, Bogor Timur. Jika tidak hadir, bisa gugur,” ujarnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, dari 15 orang yang lolos tes UKK tahap satu, ia belum mengetahui siapa namanamanya. Menurut Bima, nantinya dari 15 orang tersebut akan mengerucut ke tiga besar. Setelah itu, hasilnya direkomendasikan badan pengawas kepadanya. “Hasil rekomendasi tersebut, nanti saya pelajari,” kata Bima.

Bima mengungkapkan bahwa direksi yang terpilih nanti bisa dari eksternal maupun internal, sebab semuanya sama saja. Namun yang terpenting bukan isu calon dari eksternal maupun internal, melainkan yang utama calonnya nanti orang lapangan, memiliki integritas dan mempunyai pengalaman. “Jadi harus mengerti lapangan dan integritas bukan pemain. Saya tidak mau ada pemain di tubuh PD PPJ. Saya juga akan sikat kalau ada pemain,” tegasnya.

Dalam penilaian di tiga besar nanti, Bima mengaku tidak menggunakan ranking atau peringkat. Yang diserahkan pansel hanya nama-namanya saja. Kemungkinan minggu depan sekitar 16-17 Januari 2019, pansel sudah menyerahkan tiga besar nama-nama calon direksi PD PPJ.

“Makanya harus dipastikan. Jika sudah lolos persyaratan, itu berarti sudah dipastikan clear. Terkait tidak adanya peringkatan, karena yang diperlukan bukan sekadar data data kuantitas, tetapi juga rekam jejak ke belakang,” ungkapnya.

Dalam proses pemilihan pansel 2019, ada aturan terbaru yaitu perjanjian kontrak kerja dengan calon direksi. Nantinya direksi tidak bekerja semaunya. Ketika bermasalah dan tidak bisa memajukan pasar, bisa diberhentikan sewaktu-waktu. ”Saya nggak mau ada ’pemain’ di pasar. Yang pasti direksi dari eksternal dan internal sama saja, yang penting berkualitas,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Bogor yang saat ini tengah mencari sosok yang tepat untuk memimpin PD PPJ, membuat Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman angkat bicara. Usmar mengaku hampir 80 persen calon direksi PD PPJ tidak mengenalinya.

Usmar menginginkan para calon direksi PD PPJ mempunyai pengalaman dalam memimpin perusahaan dan mampu memajukan perusahaan pelat merah tersebut. “Direksi nanti sebaiknya orang yang mengerti apa itu pasar tradisional dan pasar rakyat. Dan sosok dari internal mungkin bisa lebih dominan mengetahui kondisi pasar. Minimal yang dari internal ya, karena sudah lama berada di dunia pasar. Tapi buktinya pasar kita, bagaimana perkembangannya,” pungkasnya.(ads/b/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *