Bima Serahkan 100 Sertifikat PTS

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyerahkan 100 sertifikat hak milik secara simbolis untuk masyarakat Keca­matan Bogor Selatan dan Bogor Barat dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 di Lapangan Bola Genteng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, kemarin.

Karena PTSL merupakan program dari pemerintah pusat, sambung Bima, jadi semua harus berjalan dan dikawal dengan baik oleh pemerintah daerah. “Program ini tujuannya baik, dilaksanakannya juga harus baik supaya hasilnya baik. Saya minta perbaiki pelaks­anaan tahun lalu, karena banyak yang harus dibenahi. Pertama sosialisasi harus maksimal sehingga warga paham ini pro­gramnya siapa, ditargetkan untuk apa, dan prosedurnya bagaimana,” kata Bima.­

Baca Juga  Usmar : Transmart Harus Tanam Lagi

Selain itu, ia juga berpesan agar warga masyarakat me­mahami setiap prosedur dari program PTSL ini, khu­susnya hal yang berkaitan dengan regulasi seperti tidak boleh adanya pungutan liar dan sebagainya.

“Warga harus tahu pada pro­gram ini warga harus mengelu­arkan sejumlah uang sebesar Rp 150 ribu. Pada tahun ini juga Kelompok Masyarakat (Pokmas) tidak lagi menjadi pelaksana karena di tahun se­belumnya kita sudah evaluasi banyak ditemukan persoalan,” bebernya.

Kepala BPN Kota Bogor Ery Juliani Pasoreh menambahkan, Kota Bogor sudah tiga kali mela­kukan kegiatan penyerahan sertifikat hak milik ini. Dari total 47 ribu bidang, saat ini pihaknya sudah membagikan sekitar 17 ribuan sertifikat telah dibagikan kepada warga ma­syarakat di Kota Bogor.

Baca Juga  Hari Ini Kesempatan Terakhir Bima Ajukan Cuti ke Gubernur

“Untuk sisanya ada sekitar 30 ribuan yang belum kita bagikan. Selanjutnya proses ini akan dibagikan secara bertahap se­tiap minggunya,” ungkap

Ery melanjutkan, BPN Kota Bogor di tahun 2019 ini telah menargetkan sebanyak 65 ribu bidang tanah pada program PTSL telah tersertifikasi. Seluruh kegiatan PTSL sudah dibiayai pemerintah dan masyarakat hanya cukup membayar Rp 150 ribu untuk memenuhi beber­apa persyaratan, sesuai SK bersama tiga menteri yang juga dituangkan dalam Pera­turan Wali (Perwali) Kota Bogor Nomor 64 Tahun 2017.

“Target tahun 2019 ini ada sebanyak 65 ribu bidang tanah yang sudah tersertifikasi. Jadi di tahun 2019 ini Kota Bogor sudah sepenuhnya lengkap warga memiliki sertifikat. Hal ini juga sudah di launching oleh Kementerian ATR/BPN RI be­berapa waktu lalu,” tegasnya. (ads/c/yok)

Baca Juga  Bima Ogah 'Dikawin' Paksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *