Caleg PBB Bogor Membelot Dukung Prabowo

by -

METROPOLITAN – DPP Partai Bulan Bintang (PBB) akhirnya memutuskan dukungannya untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019 ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin saat pleno yang dilanjut rapat koordinasi nasional (rakornas) di Jakarta, beberapa hari lalu. Meski demikian, keputusan resmi tersebut tak serta-merta membuat kader PBB di wilayah ikut mendukung pasangan nomor urut satu.

Di Kota Bogor, Ketua DPC PBB Kota Bogor Subhan Murtadla tak memun­gkiri banyak kader di Bogor yang men­dukung dan mengampanyekan pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan, dirinya menga­ku caleg PBB Kota Bogor hampir may­oritas mendukung pasangan nomor urut dua tersebut.

Menurut Subhan, kondisi tersebut bukanlah masalah. Meski rakornas te­lah memutuskan secara final dukungan untuk 01, ada beberapa poin yang mem­berikan ruang kepada kader maupun caleg yang telanjur mendukung 02. “Yang penting tidak mengatasnamakan lem­baga dan organisasi. Secara individu, DPP dalam hal ini ketua umum dan ketua majelis syuro memberikan ruang itu. Jadi clear ke 01 atau 02 silakan. Fi­nalisasinya secara organisasi dukungan­nya ke 01,” kata Subhan.

Baca Juga  34 DPD Gerindra Calonkan Prabowo Jadi Presiden

Sebab, faktanya saat ini Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara maje­lis syuro mendukung pasangan Prabo­wo-Sandi. Artinya jika ada kader, caleg atau fungsionaris PBB secara individu mendukung 02, tidak ada masalah. “Tidak ada larangan dan bukan men­jadi sebuah keharaman. Memang kalau struktural partai dari DPC sampai ran­ting harus patuh dan tunduk pada ke­bijakan DPP untuk menyosialisasikan keputusan. Kalau ada kader atau caleg atau fungsionaris secara individu men­dukung 02, silakan saja,” tegasnya.

Selain itu, Subhan mengaku PBB Kota Bogor sebelumnya sudah ikut bergerak dalam Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Kota Bogor bersama partai pengusung lain. Bahkan, PBB bersama badan otonom­nya sempat mendeklarasikan mendu­kung pasangan 02. Meskipun masih ada kader PBB yang bergabung di BPD, Subhan mempersilakan. “Memang waktu diajak di BP (Badan Pemenangan, red) sebelum ada keputusan politik secara final. Kami akan komunikasikan. Kalau teman-teman BP tidak kebera­taan ada SDM atau fungsionaris kami yang bergabung di situ. Saya sebagai ketua DPC akan mempersilakan. Hal-hal teknis akan kami komunikasikan, jadi memang tidak dibatasi partai,” ungkap Subhan.

Baca Juga  Hari Ini KPU Siapkan Petugas Pendaftar Calon Perseorangan

Soal elektabilitas partai usai putusan DPP, dirinya mengaku ekses tersebut pasti ada. Kondisi ini yang selanjutnya menjadi tantangan DPC PBB Kota Bo­gor agar ekses yang dihasilkan dari putusan tersebut berdampak positif. “Banyak kader yang memang mendu­kung 02, kalau masyarakat variatif. Se­telah dimusyawarahkan dengan mufa­kat, polemik akhirnya bisa diredam. Sekarang satu komando, satu tujuan PBB harus masuk parlemen. Nomor urut 01 dan 02 hanya pilihan pilpres,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PBB Kabu­paten Bogor Solahuddin Dalimunthe tak memungkiri banyak simpatisan PBB yang protes terhadap keputusan du­kungan pilpres 2019. Meski demikian, tak semuanya memprotes karena ada juga yang mendukung keputusan ter­sebut. “Jadi banyak yang ngasih dukungan, banyak yang protes. Campur baur,” ujar Solahuddin.

Baca Juga  Nggak Ada Anggaran, Pemkot Bogor Ngebet Garap Kelanjutan Proyek R3

Namun, lelaki yang maju di pileg 2019 untuk DPRD Jawa Barat dari Dapil Ka­bupaten Bogor itu mengaku kondisi tersebut merupakan dinamika politik. Perbedaan merupakan sebuah hal wa­jar, terlebih partai memberi kelelua­saan secara individu kepada kader yang berbeda pendapat dengan putusan DPP. “Memang banyak yang masih berpegang ke hasil Ijtimak Ulama. Tapi secara ke­partaian, semua akan mendukung ke­putusan pusat sebagai partai pendukung, bukan pengusung atau koalisi. Posisinya mendukung,” katanya. (fin/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.