Di Suriah ada Perang Terselubung Israel

by -

Jakarta – Selama bertahun-tahun Israel kerap menyangkal tudingan mereka mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah yang ingin menggulingkan rezim Basyar al-Assad. Tak jarang pejabat militer Israel hanya menjawab ‘no comment’ ketika disodorkan banyak bukti yang memperlihatkan senjata-senjata buatan Israel dipakai kelompok Al Qaidah di Suriah yang ingin menjatuhkan Assad. Namun ada yang berbeda dalam wawancara pejabat top militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot dengan harian Inggris The Sunday Times yang akhirnya membenarkan militer Negeri Bintang Daud memasok senjata kepada para pemberontak di perbatasan Suriah dengan alasan ‘untuk membela diri’ dan yang lebih jauh lagi pernyataan Eisenkot juga seolah mengakui ‘perang terselubung Israel di Suriah’ yang melibatkan ‘ribuan serangan’.

Wawancara dengan the Times itu pertama kalinya membeberkan pernyataan pejabat militer Israel yang secara penuh mengakui mereka mengirimkan lebih dari sekadar ‘bantuan kemanusiaan’ bagi para militan Suriah yang ingin menggulingkan pemerintahan Assad.

Dikutip dari laman the Times, akhir pekan lalu, pemerintah Suriah sudah sejak lama menuduh Israel bersekongkol dengan negara Teluk dan Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Qatar, dan Turki untuk mendanai para pemberontak dan mempersenjatai kelompok Al Qaidah atau ISIS dengan tujuan pergantian rezim.

Eisenkot dalam wawancara dengan the Times itu secara postif mengakui Israel memasok senjata kepada para pemberontak di perbatasan dengan senjata ringan untuk ‘membela diri’. Israel adalah pemain tersembunyi dalam perang di Suriah.

“Kami beroperasi di wilayah yang dikuasai Rusia, terkadang melancarkan serangan ke target yang berjarak satu-dua kilometer dari posisi pasukan Rusia, dengan tujuan menyasar aset Iran di Suriah,” kata dia.

Pengakuan Eisenkot ini disampaikan tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS di Suriah.

“Kami melakukan ribuan kali serangan (dalam beberapa tahun belakangan) tanpa mengaku bertanggung jawab dan tanpa ingin diketahui,” kata dia lagi.

Pengakuan Eisenkot ini dengan tegas menyatakan Suriah dan Israel secara de facto memang dalam kondisi perang terbuka sejak serangan udara pertama Israel ke Suriah diketahui terjadi pada 2013.

Penyelidikan harian the Wall Street Journal sebelumnya juga menguak aktivitas militer Israel di Suriah meliputi pengiriman senjata, pembayaran gaji untuk para pemberontak dan merawat para militan yang luka di rumah sakit Israel.

Mantan pelaksana tugas Direktur CIA Michael Morell suatu kali pernah mengatakan, ‘permainan berbahaya’ Israel di Suriah meliputi kongkalikong dengan Al Qaidah untuk melawan Syiah Iran. [pan]

Sumber : Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *