Diduga Tak Berizin, Ternak Ayam Cariu Disoal

by -
Seorang pekerja melihat kondisi pakan ternak ayam di kawasan Dawe, Kudus, Jateng, Minggu (5/1). ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko/ss/ama/14

METROPOLITAN – Maraknya peternakan ayam potong dan petelur di Kecamatan Cariu, diduga mengabaikan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas peternakan dalam skala besar ini. Walaupun sudah berjalan lima tahun lebih, belakangan diketahui pengusaha ternak ayam yang tersebar di Desa Karyamekar seluas 2 hektare itu tak mengantongi izin.
“Para pengusaha ayam ternak, baik ayam petelur di Kampung Pasangrahan, Desa Karyamekar, sudah beroperasi lima tahun lebih. Tapi sampai sekarang tidak mengantongi izin usaha dinas terkait,” terang aktivis LSM Suara Timur, Hadiat.
Begitu juga peternak ayam di Kampung Tegal dan ayam potong yang beroperasi di Desa Karyamekar juga tidak mengantongi izin. Padahal, populasi setiap bulannya lebih dari 1 juta ekor ayam. Artinya, secara prosedural mereka sudah harus menempuh perizinan usaha dan lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ia menjelaskan, satu hal penting yang harus diperhatikan pengusaha peternak adalah masalah izin dan limbah kotoran ayam atau sanitasi. Bahkan, peternak dalam memberikan pakan ayamnya adalah pakan ayam yang tidak membuat larva lalat cepat berkembang. Selain itu, soal izin untuk peternak seperti Izin Tata Ruang, Izin lokasi, IMB dan lainlain seharusnya sudah dimiliki. (has/b/rez/py)

Baca Juga  Warga Tuntut Pengembang Lunasi Pembayaran Tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published.