Pindah Dapil, Pemilih Kehilangan Hak Suara Pileg

by -

METROPOLITAN- Ketua Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan atu­ran pemilih yang pindah daerah pemilihan (dapil) dikembalikan ke aturan sebelumya. Aturan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pasal 8 itu telah disepakati ber­sama Komisi II DPR RI.

Arief menjelaskan pemilih yang berpindah lokasi tempat pemun­gutan suara (TPS) di satu dapil tetap berhak mendapatkan su­rat suara pileg. Namun, apabila TPS pindahan di luar dapilnya, ia tak diberikan surat suara pileg.

”Jadi pemilih yang pindah me­milih akan dilihat apakah dia keluar dapilnya atau tidak. Pin­dahnya misalnya ke kabupaten lain tapi tidak keluar dapil ka­bupaten provinsi, tidak keluar dapil, tetap diberi surat suara. Tapi, kalau dia keluar dapilnya maka dia tidak diberi surat su­ara,” kata Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pu­sat, Kamis 10 Januari 2019.

Baca Juga  MK Terima 32 Gugatan Hasil Pileg

Artinya, pemilih akan kehilangan hak suaranya untuk memilih da­lam pileg. Namun, aturan ini tak berlaku di pilpres. Pasalnya, pilpres berlaku bagi warga di seluruh wilayah Tanah Air, berbeda dengan pileg yang memilih perwakilan berdasarkan dapil.

Aturan pemilih pindah sebe­lumnya sempat menjadi perde­batan. Dalam rapat sebelumnya, sempat muncul usul agar pemi­lih yang berpindah TPS tidak hanya diberi surat suara pilpres saja, melainkan juga diberikan surat suara pileg DPR dan DPD.

Namun, pada akhirnya Ko­misi II menyerahkan kebijakan ini kepada KPU. Arief mengata­kan aturan pemilih yang pindah tetap sama seperti pemilu se­belumnya. (med/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *