Qualcomm Diminta Apple Bayar Rp 14,1 triliun, Demi iPhone

by -

Jakarta – Selama beberapa tahun, Qualcomm berupaya keras menjadi pemasok eksklusif chip modem iPhone. Namun nyatanya upaya tersebut tidaklah mudah. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari CEO Qualcomm Steve Mollenkopf, Apple membebankan biaya sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 14,1 triliun) kepada Qualcomm. Laporan NDTV, Selasa (15/1) mencatat, tujuan pembayaran tersebut adalah agar chip milik Qualcomm bisa digunakan pada produk Apple. Dengan bayaran yang mahal ini, diketahui akar alasan kenapa vendor lain tidak memasok teknologi modem untuk iPhone.

Lewat pembayaran USD1 miliar tersebut, Qualcomm juga menawarkan potongan harga kepada Apple. Saat ini jumlah potongan harganya belum diketahui, tetapi hal tersebut berlaku jika chip Qualcomm dipakai secara ekslusif di produk iPhone.

Baca Juga  Apple Akan Sertakan Fitur AR Di iPhone Generasi Mendatang

Hal ini diungkapkan oleh sang Steve Mollenkopf di depan persidangan US Federal Trade Commission. Mollenkopf mengatakan, pembayaran semacam ini merupakan hal wajar dalam industri, tapi besarnya angka yang harus dibayar membuatnya jadi tidak wajar.

Pada kesepakatan tahun 2011 misalnya, Qualcomm menjadi pemasok tunggal chip modem Apple. Chip ini membantu iPhone terhubung ke jaringan data nirkabel. Sebagai imbalannya, Qualcomm setuju memberikan potongan harga kepada Apple.

Apple pun bisa memilih vendor lain untuk menyediakan chip modem, tetapi mereka akan kehilangan rabat dan meningkatkan biaya chip-nya. Mollenkopf mengatakan, apa yang dilakukan Qualcomm-membayar Apple-tidak bertujuan untuk membendung kompetitornya, dalam hal ini Intel.

“Risikonya adalah, berapa volumenya? Apakah kami akan mendapatkan semua yang kami inginkan mengingat kami membayar begitu banyak insentif?” tutur Mollenkopf, dalam kesaksiannya.

Baca Juga  Habib Rizieq Pakai Syal Motif Palestina Saat Sidang, Ditegur Hakim, Ini yang Dilakukannya

Sebelumnya, pejabat eksekutif Apple bidang pemasok Tony Blevins bersaksi, apa yang dilakukan Apple adalah praktik untuk mengejar dua pemasok–atau paling banyak enam–untuk lebih dari 1.000 komponen di iPhone.

Dia menyebut, Apple berhenti mencoba menempatkan chip modem Intel di iPad Mini 2 karena akan kehilangan rabat dari chip Qualcomm. Tanpa adanya rabat, biaya keseluruhan yang dikeluarkan Apple akan jadi lebih tinggi.

“Sangat sangat tidak menarik bagi kami untuk menggunakan pemasok chip lain. Potongan harga yang diberikan (oleh Qualcomm) sangat besar,” tutur Blevins.

Sumber : Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *