RS Pendidikan Harus Terakreditasi

by -

METROPOLITAN – Komite Akreditasi Rumah Sakit Nasional (KARS) menekankan semua RS pendidikan harus terakreditasi. Sebab, status itu untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien. Ketua Komite Eksekutif KARS, Sutoto, mengatakan, saat ini hampir semua RS pendidikan sudah terakreditasi. RS pendidikan yang tergolong rumah sakit besar ini sudah sedemikian perhatian akan status akreditasi.

“Ini ada RS Prof Moestopo untuk gigi dan mulut dan RS Andalas dan lainnya itu sudah terakreditasi,” kata Sutoto saat penyerahan akreditasi ke-30 rumah sakit di kantor KARS Jakarta, kemarin.

Sutoto mengatakan, rumah sakit pendidikan itu harus memegang status akreditasi sebab mereka menggandeng mahasiswanya untuk terlibat aktif melayani pasien. Kehadiran peserta didik ini harus bisa meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, peserta didik yang terlibat di rumah sakit ini tidak boleh bekerja mandiri. Mereka harus bekerja di bawah supervisi para dokter senior.

Baca Juga  Rotasi Guru bakal Dilakukan Tiap Empat Tahun

Selain 15 item akreditasi yang harus dipenuhi untuk seluruh rumah sakit, maka untuk rumah sakit pendidikan ada satu item wajib dipenuhi, yakni Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan (IPKP). “Bagaimana IPKP ini supaya kehadiran peserta didik menjadi nilai tambah bagi pasien. Sebab (tujuan) akreditasi sekarang ini semua pelayanannya fokus pada pasien,” ujarnya.

Sutoto mendorong rumah sakit pendidikan ini status akreditasinya harus paripurna atau bintang lima. Status ini bisa diraih karena rumah sakitnya memang tergolong besar, pelayanannya juga banyak dan canggih. Status akreditasi ini wajib dipasang di laman rumah sakit dan tempat pelayanan agar masyarakat tahu bahwa rumah sakit ini sudah terakreditasi.

Baca Juga  Guru PGRI Wajib Ciptakan Pendidikan Bekualitas

Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Rudy Harjanto, mengatakan, RS Gigi dan Mulut FKG berhasil meraih akreditasi paripurna bintang lima dari KARS. Status tersebut melengkapi akreditasi A yang diberikan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia. “Ini merupakan bagian dari kelanjutan perjuangan Prof Moestopo untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Rudy menjelaskan, untuk mendapatkan tingkat kelulusan akreditasi yang baik, diperlukan kerja sama secara simultan semua pihak di rumah sakit. Semua staf rumah sakit mulai dari pimpinan puncak sampai dengan staf lapis terbawah harus memiliki semangat sama dalam mewujudkannya. Pimpinan puncak hingga ke staf lapisan bawah harus memiliki pemahaman sama mengenai alasan dilaksanakannya akreditasi.

Baca Juga  Mendikbud Sebut Skema SNMPTN dengan Kuota tidak Adil

Dia menerangkan, KARS mengembangkan standar akreditasi versi 2012. Standar akreditasi versi 2012 ini memiliki kelebihan, yaitu lebih berfokus pada pasien, kuat dalam prises, output dan outcome, kuat pada implementasi, serta melibatkan seluruh petugas dalam proses akreditasinya.(snd/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.