Tewas Ditusuk Pisau Sedalam 22 Cm

by -

METROPOLITAN – Tubuh Noven (18), siswi SMK Baranangsiang Kota Bogor langsung terkapar di gang dekat kosannya, Jalan Riau, Bogor Timur, Kota Bogor. Tubuhnya bersimbah darah dengan mata pisau menancap di dadanya. Gadis bernama lengkap Andriana Yubela Noven Cahya itu jadi korban pembunuhan sadis, Selasa (8/1) sore.

NOVEN tercatat sebagai siswi jurusan Tata Busana di SMK Baranangsiang. Ia masih duduk di bangku kelas tiga. Sudah dua tahun ini, Noven tinggal di kosan milik Hj Aulia. Ia merantau ke Bogor untuk melanjutkan sekolah kejuruannya.

Tak ada yang menyangka Noven jadi korban pembunuhan sadis. Bagi pemilik kos, Noven sudah dianggap sebagai anak sendiri. ”Kaget dengar warga yang teriak pas lihat Noven. Nggak ada yang mencurigakan sebelumnya, dia biasa-biasa saja,” ungkap Lia.

Selama ini, korban dikenal sebagai anak yang baik. Bahkan pemilik kos jarang melihat korban pulang malam. “Kalau pun malam, nggak sampai jam sepuluh. Itu pun dia pasti pamit,” kata Lia.

Hingga kini, pelaku penusukan siswi SMK Baranangsiang Bogor itu belum ditemukan. Namun untuk memburu pelaku, ada beberapa bukti yang bisa dijadikan petunjuk pihak kepolisian.

Dari rekaman CCTV milik sekretariat RW, pria yang diduga pelaku itu masih berusia belasan tahun. Ini juga diperkuat dengan keterangan pemilik kos tempat korban tinggal. “Novan sepertinya sudah diintai seseorang, lakilaki rambut keriting, putih, badan kurus, tinggi sekitar 165 cm dan perkiraan usia 17 tahun,” ujarnya.

Dari gambar CCTV, terlihat seorang pria menggunakan baju olahraga berwarna biru mondarmandir di Gang Riau. Selang berapa menit kemudian, korban datang menuruni tangga Gang Riau.

Pelaku lantas menghampiri korban. Dengan cepat, senjata tajam yang dibawa pelaku ditikamkan ke dada korban. Setelah korban tersungkur, pelaku lantas melarikan diri lewat Gang Riau.

Tak lama kemudian, polisi datang ke lokasi. Selain mengamankan gambar CCTV, polisi juga menemukan sarung pisau yang dijadikan alat untuk menusuk korban.

Salah seorang warga sekitar, Deki Riau (50), menerangkan bahwa berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, pelaku menggunakan pakaian biru dan celana jeans. Menurutnya, saat ditemukan warga, nadi korban masih sempat berdetak. Tetapi akhirnya korban mengembuskan napas terakhirnya begitu dibawa ke RS BMC sebelum ditangani RS PMI. “Nadinya sempat berdenyut. Tapi nggak lama langsung meninggal,” kata Deki.

Kepolisian Resor Bogor Kota mengaku sudah mengetahui ciri-ciri dan memburu pelaku. Korban meninggal setelah ditusuk di bagian dada dengan luka sedalam 22 sentimeter.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Agah Sonjaya dalam keterangannya menuturkan, polisi sudah mengetahui ciri-ciri pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di ruas Jalan Riau. ”Ciri-ciri telah diketahui. Kami sedang buru,” ungkap Agah, Selasa (8/1) petang.

Ia mengatakan, selain rekaman CCTV, polisi juga masih memeriksa empat saksi, juga sarung senjata tajam yang diduga milik pelaku yang ditemukan di semak dekat jenazah ditemukan.

Pelaku yang terekam CCTV yakni seorang pria dengan perawakan sedang dan mengenakan kaos biru bercelana jeans hitam.

”Korban ditusuk secara tiba-tiba. Ia tewas dengan luka tusuk di bagian dada dengan lebar tusukan 3 sentimeter dan sedalam 22 sentimeter. Usai menusuk, pelaku lari ke arah berlawanan korban datang,” kata Agah.

Saat kejadian, lanjut Agah, korban sepulang sekolah mengambil jalan pintas dari sekolahnya di Jalan Pajajaran yang berjarak sekitar dua kilometer dari indekosnya di Jalan Riau. Saat menuruni tangga masuk gang, korban dihardik pelaku dan menusukkan senjata tajam.

”Korban tewas bersimbah darah di samping indekos tempatnya tinggal. Warga sekitar menemukan korban dan membawa ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak tertolong,” pungkasnya. (ads/fin/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *