Audit Inspektorat Tunggu Masjid Rampung

by -

METROPOLITAN – Dugaan kejanggalan pada proyek reha­bilitasi Masjid Baitul Faizin, di kompleks Pemerintahan Dae­rah (Pemda) Kabupaten Bogor, membuat berbagai pihak men­desak para penegak hukum, untuk segera melakukan tinda­kan. Namun beberapa minggu sejak terkuaknya kekecewaan bupati hingga anggota dewan soal buruknya hasil renovasi, penegak hukum belum juga masuk untuk melakukan audit.

Ogah disebut lamban, Inspek­torat Kabupaten Bogor buru-buru menampik dugaan terse­but. Kepala Inspektorat Kabu­paten Bogor Benny Delyuzar mengatakan, pihaknya belum melakukan audit terhadap proyek yang memakan uang rakyat sebanyak Rp26 miliar itu, karena pekerjaan hingga kini belum selesai. Apalagi, proyek dibawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu kini masih memasuki masa perpanjangan 50 hari, setelah lewat dari masa kontrak yang ditentukan.

Baca Juga  Kantor PDIP di Megamendung Bogor Dilempar Molotov

“Jadi itu kan belum selesai, sedang dilakukan perpan­jangan dari PUPR. Nah kami lihat dulu, sampai kapan ini perpanjangannya (selesai). Intinya menunggu selesai dulu, kan bahan (audit) –nya juga belum ada,” kata Benny saat dikonfirmasi Metropoli­tan, kemarin.

Pihaknya pun menampik ang­gapan yang menyebut Inspek­torat bisa masuk untuk audit pada saat masa pekerjaan proyek masih berlangsung. Setelah selesai pekerjaan, ja­jarannya baru akan berkoor­dinasi terlebih dahulu dengan dinas PUPR, lalu menyusun jadwal untuk audit.

“Enggak bisa atuh, kan sedang dikerjakan, belum selesai. Kami lihat dulu nanti kalau sudah selesai kontraknya, lalu nanti koordinasi dulu dengan Pak Yani (Kepala Dinas PUPR, red) nih, nah nanti kita lihat jadwalnya,” paparnya.

Baca Juga  Warga Bisa Tanam Cabai Sendiri

Belum lagi, sambung dia, In­spektorat tengah disibukan dengan audit terhadap lembaga kewilayahan seperti kecamatan, desa dan kelurahan. “Anak-anak memeriksa itu. Soalnya kan jad­walnya sudah ada, kapan wi­layah, kapan SKPD, sekarang masih wilayah,” tandasnya.

Untuk Masjid Baitul Faizin sendiri, kata Benny, belum ada jadwal pastinya. Sebab, meski­pun bila dihitung masa per­panjangan 50 hari, kontrak itu bakal berakhir pada akhir Fe­bruari. “Belum tentu, sambil nunggu itu selesainya kapan. Sembari beresin yang lain. Se­telah itu, baru dijadwalkan untuk audit,” ucapnya.(ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.