Beli Rush Pakai Receh, Nabung Tujuh Tahun

by -

METROPOLITAN – Hanya dalam waktu sekitar dua minggu, petani Tirta yang membeli mobil Rush dengan uang receh bisa mendapatkan mobilnya. Toyota pun mengucapkan selamat berkendara kepada Tirta. ”Turut bangga dan ber­bahagia produk Toyota Rush diterima di berbagai lapisan dan kalangan ma­syarakat termasuk petani yang tentu­nya membutuhkan kendaraan yang dapat melewati berbagai medan dan tetap nyaman. Kami mengucapkan terima kasih Pak Tirta dan selamat berkendara dengan Rush,” ujar PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rou­li H Sijabat.

Proses pengiriman mobil, kata dia, untuk ukuran 2 minggu ini termasuk normal. ”Umumnya dari proses pe­mesanan hingga delivery membutu­hkan waktu sekitar 2 minggu dan mengacu juga pada waktu proses pembuatan STNK dengan catatan kebutuhan tipe dan warna kendaraan sesuai dengan alokasi unit yang ter­sedia di diler,” ujarnya.

Baca Juga  UMKM yang Terhubung Ekosistem Digital Baru 19

Tirta mengaku mulai menabung recehan sejak 2012. Uang recehan Tirta itu ditabung di kotak plastik yang disimpan di ruang keluarganya. ”Awal­nya saya kumpulin uang logam peca­han Rp 100 hingga Rp 1.000 di boks itu. Terus saya tukar uang kertas pe­cahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dengan receh, saya kumpulin di situ,” kata Tirta.

Selama tujuh tahun menabung, Tirta berhasil mengumpulkan Rp 40 juta uang pecahan logam. Uang logam itu ia gunakan untuk membeli mobil Toyota Rush, sisanya Rp 221.850.000 itu dibayar pakai uang kertas. Tirta terbilang sukses menjadi petani, me­ski sebagian sawah yang digarapnya merupakan sawah sewaan. Luas sawah yang Tirta garap sekitar 11.000 meter. Menjadi petani sudah digeluti Tirta sekitar tahun 1990, setelah Tirta memu­tuskan untuk berhenti bekerja di pa­brik sweater di Kota Bandung. Dalam perjalanannya, Tirta selalu gigih mena­bung dan mencari penghasilan lain­nya.

Baca Juga  Asik, 66 Ribu Petani Bogor Diguyur Pupuk Subsidi

Tirta mengaku membutuhkan ken­daraan untuk memenuhi kebutuhan­nya. Selain bertani, Tirta juga kerap mendapat pekerjaan lain untuk be­rangkat ke luar daerah. ”Ya kadang ada keperluan lain, ketemu orang di Jakarta dan sebagainya. Saya sering menyewa mobil kalau ke luar daerah, kalau begitu terus kan mahal. Jadi memutuskan untuk membeli mobil saja,” katanya.

(dtk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.