Dicueki Pemkot, Rumah Dadang Roboh

by -

METROPOLITAN – Tingginya intensitas hujan disertai petir yang melanda Kota Bogor pada Senin (25/2) menyebabkan atap rumah Dadang Suryadi (54) di Gang Tanu Wijaya, RT 01/04, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, ambruk sekitar pukul 23:00 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hanya bagian atap roboh dan tidak bisa ditempati. Agar tidak membahayakan, keluarga Dadang memilih mengungsi sementara ke rumah tetangga. Rumah yang ditempati 10 jiwa itu kondisinya memang mengkhawatirkan sejak satu tahun terakhir. Tidak ada bantuan apa pun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

”Sebelum atap rumah roboh, saya sudah empat kali mengajukan bantuan RTLH ke Pemkot Bogor, tapi sampai rumah roboh belum ada bantuan apa pun,” keluhnya. Dadang menceritakan, saat hujan deras kondisi rumah miring dan rawan roboh.

Baca Juga  Mahasiswa Unida Pelototi Penggunaan DD

Tak lama genteng rumah berjatuhan. Kusen bagian atap semua roboh. “Alhamdulillah, saya dan keluarga selamat dari musibah tersebut,” ungkapnya. Dadang berharap pemerintah bisa menyikapi dan memberikan bantuan, sehingga rumahnya bisa kembali dihuni. ”Karena rumah saya tidak bisa ditempati, saya dan keluarga memilih tinggal di rumah saudara,” katanya.

Terpisah, Kepala Subbagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Bosse Anugrah Jusran, menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan BPBD Kota Bogor untuk penanganan sementara. Sedangkan rumah yang roboh akibat bencana alam bisa dimasukkan dalam anggaran Bantuan Tidak Terencana (BTT).

Untuk mendapatkan BTT, sambung dia, ada persyaratan administrasi yang harus dilengkapi, seperti pembuatan proposal dan berita acara dari kelurahan. Termasuk membuka rekening bank, karena bantuan tersebut langsung disalurkan ke nomor rekening yang bersangkutan.

Baca Juga  Bangun Jalan Setapak Pakai Duit APBD

”Kita minta pihak kelurahan segera membuat proposal pengajuan BTT agar rumah korban yang roboh bisa dibangun kembali,” pintanya. Ketika disinggung belum terealisasinya bantuan RTLH dari pemkot untuk korban bencana alam, Bosse mengaku sudah mengecek data base 2016 dan 2017 atas nama Dadang Suryadi, namun tak pernah diusulkan kelurahan setempat. ”Kalau sudah diusulkan kelurahan, datanya masuk ke data base program RTLH. Kita cek datanya tidak ada,” ungkapnya.

Ketika syarat administrasinya lengkap, lanjut Bosse, pihaknya langsung mengajukan permohonan

pencairan ke BPKAD. Setelah ditandatangani wali kota, anggaran BTT untuk korban bencana bisa langsung dicairkan. ”Jika administrasinya lengkap, dalam dua minggu sudah bisa dicairkan. Sedangkan BTT nominalnya Rp11, 2 juta,” tukasnya. (ads/c/yok/ py)

Baca Juga  797 Bencana Terjadi di Bogor Sepanjang 2019, Sehari Lebih dari 1 Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *