Ditanya soal Jalan Rusak, Kades Padaasih Sewot

by -

METROPOLITAN – Warga Kampung Cimenteng, RT 42/10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, KabupatenSukabumi, mengeluhkan kondisi ruas jalan di Gang Limus yang rusak parah. Sebab jalan tersebut berkerikildan licin hingga tak jarang memicu kecelakaan.

Seperti yang disampaikan salah seorang pengguna jalan yang mengaku kesal dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, tidak ada sedikit pun aspal yang menempel. Yang tersisa hanyalah bebatuan besar yang berserakan dan curam.  Padahal jalan tersebut sebagian besar merupakan akses masyarakat.

”Beneran heran kenapa tidak sampai diperbaiki. Padahal jalan ini sudah tampak jelas mengalami kerusakan parah. Pengguna jalan kesulitan saat melintas di saat licin ketika jalan menanjak dan menurun. Kalau memang jalan ini milik pemerintahan desa, saya harap segera diperbaiki dan jangan didiemin saja seperti ini,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Syamsul menilai harusnya tidak ada lagi alasan bagi aparat untuk tidak memperbaiki jalan desa yang rusak. Sebab, pemerintah telah mengalokasikan anggaran melalui dana desa yang jumlahnya bukan sedikit meskipun tidak turun dalam satu gebrakan. Syamsul berharap pemerintah bijak dalam menangani permasalahan ini dan bisa secepatnya bertindak.

Bahkan Rizal mengaku geram ketika musim hujan. Sebab, air yang mengalir dari atas jalan tumpah ke rumah warga karena jalanan yang dibuat tidak memakai drainase yang memadai. ”Apalagi kalau hujan, air masuk ke rumah karena di jalan tidak ada saluran air. Korbannya Bapak saya. Kondisi itu kami siasati kalau hujan pasti dibuat penghalang memakai karung berisi tanah, meski tetap saja air itu masuk ke rumah kalau hujannya gede banget.

Memang orang lain nggak ada yang ngeluh karena tidak merasain air di jalan masuk rumah sampai mirip kubangan,” bebernya. Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Padaasih Aung R Madjanan menyebut bahwa pembangunan sudah masuk ADD 2019. Namun dengan nada tinggi, dirinya tak memastikan bahwa jalan tersebut akan diperbaiki.

”Permasalahan jalan tak perlu diwawancarai, karena wartawan bukanlah warga yang tahu kondisi jalan. Insya Allah jangan pasti, Insya Allah saja. Tidak usah diwawancarai yang soal begini,” ketusnya. Aung mengatakan, tidak adanya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan Gang Limus tersebut karena anggarannya harus dibagi dan tidak bisa sekaligus.

”Anggaran belum ada, dijadwalkan masuk ADD 2019,” imbuhnya. Ketika kembali ditanya apakah jalan tersebut masuk skala prioritas pembangunan, Aung lagi-lagi menjawab wartawan tidak berhak bertanya karena wartawan bukanlah warga. ”Jangan nanya itu, nanya warga,” ujarnya.

Ketika disebutkan bahwa wartawan yang bertanya merupakan warga yang tinggal di tempat tersebut, salah satu stafnya memotong pembicaraan mengapa alasan jalan tidak diperbaiki hingga kini karena ada salah satu warga yang menginginkan pembangunan jalan sampai depan majelis.

Namun ada bangunan rumah yang tidak bisa mentok dan tidak memberikan jalan sehingga menghambat pembangunan. Lantas yang menjadi pertanyaan besar apakah jika jalan rusak parah bisa mengabaikan kewajiban dalam memperbaiki jalan dan mementingkan kepentingan perorangan. Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut inti dari kendala mengapa pembangunan terhambat, kades malah menyebut bahwa wartawan bertanya pada hal yang lain dan tak pasti. (dna/ade/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *