Dulu Penjaga Warnet, Sekarang Punya 5 Juta Member

by -

METROPOLITAN – William tinggal di Medan, Su­matera Barat. Di tahun 2007 saat Tokopedia lahir, akses barang ter­batas. Buku di Medan itu lebih ma­hal dari Jakarta. Hampir mustahil Indonesia bangun infrastruktur merata dari Sabang sampai Merau­ke. William yang saat itu merupakan seorang perantau di ibu kota harus bekerja sambilan menjadi seorang penjaga warnet lantaran orang tua­nya yang sedang sakit.

Perusahaan Tokopedia yang dia dirikan bahkan harus menemui se­jumlah hambatan di awal perjalanan lantaran ditolak oleh sejumlah in­vestor dan relasi. ”Kami gagal sebe­lum berdiri. Gagal cari pegawai, pemodal, meyakinkan perusahaan bank dan logistik,” katanya dalam acara DBS Asian Insights Conffe­rence yang berlangsung di Hotel Mulia, kemarin.

Baca Juga  Dapur Cihuuyy Obat Kangen Rumah

William bilang penolakan yang dialami Tokopedia pada saat awal lantaran tak punya rekam jejak yang mumpuni. Namun yang terjadi se­telah itu Tokopedia mencetak seja­rah yang sukses. Suntikan dana se­gar sebesar US$ 1,1 miliar dari Soft­bank pada akhir tahun lalu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp98 triliun. Setahun berdiri, Toko­pedia mengalami perkembangan signifikan dengan berhasil meng­gandeng ribuan merchant dan ju­taan anggota.

Sebanyak 5 juta orang yang telah bergabung di Tokopedia kata dia didominasi oleh orang-orang yang sebelumnya belum pernah berbisnis. Praktis sudah ada jutaan pebisnis yang lahir dari berdirinya Tokopedia. ”Ada 5 juta orang yang sudah ber­gabung dengan Tokopedia dan 70% di antaranya adalah yang tadinya nggak punya bisnis, sekarang punya bisnis,” katanya.

Baca Juga  Pembangunan MRT Fase II Dimulai

(dtk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.