Modal Awal Rp10 Juta, Bulan Depan Jualan sampai Negara Tetangga

by -

METROPOLITAN – Jatuh bangun saat memulai usaha pernah dirasakan Rosie Pakpahan sebelum akhirnya sukses dengan bisnis tahu gorengnya. Rosie adalah pemilik usaha kuliner Tahu Jeletot Taisi yang kini sudah memiliki ratusan outlet.

Sebelum berbisnis kuliner ia telah lebih dahulu menjalani berbagai usaha, bahkan juga pernah tertipu. Butuh waktu empat hingga lima tahun sebe­lum akhirnya menemukan bis­nis yang cocok.

”Dari mulai jual sepatu, dari jual ATK (alat tulis kantor), dari jual voucher handphone (pulsa), dan bisnis buku kamus, dan ter­akhir itu aku beli franchise dan sampai kami beli ilmunya itu ratusan juta di Jawa Timur, go­rengan juga,” ungkapnya.

Bisnis kuliner yang sempat ia coba adalah jamur krispi. Namun usahanya itu tak bertahan lama dan berakhir dalam waktu 1,5 tahun karena terkendala bahan baku. Dari kegagalan itu, mantan pegawai di bank BUMN ini rela menggadaikan motornya senilai Rp10 juta. Uang itu ia gunakan untuk berbisnis Tahu Jeletot Taisi yang kini sukses digemari pelanggannya. ”Saya mantan di bank BUMN, saya pensiun dini, saya punya motor, saya sekola­hin, saya jadiin modal,” katanya.

Dari modal Rp10 juta yang ia dapat dari menggadaikan motor, Rosie pun mulai jualan di teras rumah berukuran 3×3 m pada 2012. Dari situ usahanya terus berkembang, dalam jangka waktu 3-6 bulan ia sudah me­miliki 5 outlet hingga kini telah menjadi waralaba. ”Karena dari faktor konsumen yang minta diwaralabakan, ya su­dah akhirnya memberanikan diri untuk mewaralabakan. Begitu kita desain booth, dan perlengkapan segala macam, saat ini kita sudah punya 350 outlet,” ujarnya.

Setiap harinya satu outlet yang dimiliki Rosie bisa men­jual sekitar 200 pieces tahu goreng. Dari satu outlet Rosie mendapatkan keuntungan bersih senilai Rp1 juta per harinya. Setelah sukses di dalam negeri Rosie beren­cana membawa tahu go­rengnya ke luar negeri. Sebab, Tahu Jeletot Taisi sudah be­berapa kali dibawa ke luar negeri lewat acara KBRI ne­gara di Asia Tenggara. Untuk sementara ia menargetkan pasar Malaysia. ”Maret ini saya bawa Tahu Jeletot Taisi itu ke Manila sama Malaysia undangan dari KBRI,” ucap Rosie. ”Sekarang kan kita su­dah tujuh tahun, kalau di tujuh tahun kita sudah bisa launching ke luar negeri ke­napa nggak,” pungkasnya. (dtk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *