Pengembang dan Pemdes Bungkam

by -

METROPOLITAN – Tak hanya berdampak negatif terhadap pemukiman warga dan lingkungan sekitar, izin Perumahan Har­moni di Desa Gunungsari, Ke­camatan Citeureup yang diduga bermasalah ternyata benar ada­nya. Hal itu diakui salah seorang warga Kampung Kober, RT 02/02, tak jauh dari proyek perumahan tersebut.

Sholeh beserta masyarakat lainnya tak pernah merasa mem­bubuhkan tanda tangan untuk izin lingkungan proyek pembangunan Perumahan Har­moni. Bahkan, dirinya mengaku tidak tahu sama sekali soal ada­nya proyek pembangunan yang membuat warga sekitar resah. ”Yang jelas kalau saya pribadi tidak pernah tanda tangan, ma­lah tidak tau sama sekali,” kata­nya.

Menurut Soleh, apa yang dila­kukan pemerintah setempat dengan pengembang, seperti bermain kucing-kucingan. Saling lempar kesana dan kesini, soal perizinan lingkungan perumahan itu. Ia juga merasa geram dengan apa yang saat ini tengah terjadi. “Jika memang tanda tangan dia ada dalam lembar pengesahan, kami tidak akan segan untuk mengusut kasut tersebut,” tegas­nya.

Bahkan sejumlah warga juga mengaku sudah menggalan ke­kuatan, untuk melakukan peno­lakan. Lantaran dampak yang sudah ditimbulkan dari proyek pembangunan Perumahan Har­moni. Pasalnya, pasca pembangu­nan tersebut, warga mengeluh­kan air sumurnya menyusut, padahal saat ini sedang musim penghujan.

”Bahkan mereka sudah men­gumpulkan KTP sebagai bukti keberataannya,” paparnya.

Dengan nada tegas Sholeh menilai, pihak pembangun sudah kelewatan lantaran dampak ne­gatif yang sudah ditimbulkan kepada warga sekitar. ”Seperti­nya insinyur pembangunannya juga beloon. Orang-orang juga tau, pekerjaan tebingnya sekarang tambah parah. Lihat saja tebing belakang perpustakaan SD Gunungsari 4 sekarang tambah parah,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang dan desa masih enggan memberikan ke­terangan, saat Metropolitan mencoba mengkonfirmasinya. (ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *