Seblak Terakhir Noven untuk Vanessa

by -

METROPOLITAN – Tak berwarna. Itulah yang dirasakan Vanessa saat kehilangan sahabat seja­tinya, Andriana Yubelia Noven Cahya Rezeki. Ingin kembali ke masa itu adalah sedikit gambaran dari ha­rapan Vanessa yang tengah di­rundung duka usai kehilangan sahabatnya yang tewas menge­naskan di tangan pria tak dikenal, di Gang Belakang Masjid Raya Kota Bogor

Keceriaan mendiang sahabatnya masih tergambar jelas dalam be­nak Vanessa. Berbagi kesedihan, keceriaan hingga memecahkan beragam permasalahan yang dia­lami keduanya adalah sedikit kebiasaan dari segudang rutinitas yang kerap dilakukan keduanya. Kini semua itu takkan terulang kembali. Tinggal kenangan dalam sepi. “Kita itu dekat banget. Aku tahu semua rahasia Noven, be­gitu sebaliknya. Ke mana-mana juga kita selalu bersama,” ungkap­nya dengan mata yang berkaca-kaca.

Seperti kehilangan sebagian dari aku adalah kalimat yang kerap terlontar dari mulut Va­nessa. Tak menyangka pergi secapat ini, seolah menjadi ka­limat ketidak percayaannya akan kehilangan teman dekatnya itu. Beragam tingkah aneh dan konyol kerap dilakukan keduanya kala memiliki waktu luang ber­sama. “Sekarang tidak punya teman curhat, teman belanja, teman bercanda, teman masak di kosan. Sekarang sudah tidak ada. Nggak punya siapa-siapa lagi,” katanya dengan nada pilu.

Ia mengaku sangat tidak meny­angka sosok yang dikenal ceria, mudah bergaul, ramah, suka me­nolong dan tidak pilih-pilih dalam bergaul, akan tutup usia dengan tragis seperti ini. Bahkan hingga kini pelaku pembunuh sahabatnya itu masih bebas berkeliaran di luar sana. “Ya ampun kak, Noven itu orangnya baik banget. Malah banyak yang suka sama kepriba­dian dia. Kok ada yang tega mem­bunuhnya seperti ini,” ucapnya.

Vanessa mengaku sebelumnya tidak merasakan sesuatu yang janggal atau pertanda akan kehi­langan sahabat sejatinya itu. Namun saat diingat kembali, Noven se­perti memberikan satu isyarat akan kepergiannya. Hal itu terjadi tepat pada 18 Desember 2018 silam. Di mana dirinya bersama mendiang tengah asyik masak seblak. “Enak ya seblak buatan kita, ini seblak kita terakhir tahu,” ucap Vanessa menirukan ungkapan Noven kala itu.

Wanita berparas cantik itu mengaku kerap memanjatkan doa untuk mendiang sahabatnya tersebut. Bahkan sesekali ia juga meminta kepada Yang Maha Kuasa agar kasus pembunuhan itu segera terungkap agar arwah mendiang bisa tenang di alam sana. “Saya ingin pihak kepoli­sian sesegara mungkin mengung­kap kasus ini agar sahabat saya bisa tenang di alam sana,” tutup­nya dengan penuh harap.

Hal senada juga dikatakan sa­lah seorang alumni SMK Ba­ranangsiang, David. Dirinya meminta pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan terhadap mendiang Noven. Me­manggil sejumlah saksi tamba­han, mendalami kembali penyeli­dikan dan penyidikan hingga mengumpulkan barang bukti lainnya, dirasa perlu dilakukan pihak berwajib. “Intinya kami semua ingin kasus ini diselesai­kan sampai tuntas dan menda­patkan titik terang,” cetusnya.

(ogi/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *