49 Persen Warga Bikin KTP dengan Alasan Rusak

by -

METROPOLITAN – Buruknya kua­litas Kartu Tanda Penduduk (KTP), digadang-gadang menjadi salah satu alasan tingginya warga Kota Bogor, membuat ulang KTP di Dinas Kepen­dudukan dan Catatan Sipil (Disduk­capil) Kota Bogor. Bahkan, pembua­tan ulang ini didominasi dengan alasan KTP-el rusak.

Berdasarkan data Bidang Penyajian Informasi pada Disdukcapil Kota Bo­gor, C Ari Setianingsih, mengatakan, sejak Jumat (15/3) dari 3.918 pemohon pembuatan KTP, 49 persennya dido­minasi dengan alasan rusak. Semen­tara 35,4 persen kategori baru, 10,2 persen perubahan data dan 5,5 persen hilang.

”Kalau melihat dari datakami, kebanyakan masyarakat mem­buat ulang KTP yang rusak,” kata Ari sapaan karibnya, kema­rin.

Kendati demikian, ia menga­ku tidak merasa kesulitan, lan­taran adanya aplikasi pelayanan online di Disdukcapil Kota Bogor. Namun, kualitas KTP tentu perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah hingga pusat. Lantaran, masa berlaku KTP diperuntukan un­tuk seumur hidup.

Baca Juga  Kena Covid-19, Pejabat Pemkot Bogor Mulai 'Bertumbangan'

”Untung saja kami memiliki aplikasi e-Menanduk yang bisa diakses oleh setiap warga ma­syarakat. Jadi, baik kami maupun masyarakat, terbantu dengan adanya pelayanan,” katanya.

Ari berharap, kualitas KTP bisa menjadi perhatian khusus, agar problem ini tidak semakin membesar dan menjadi ken­dala di kemudian hari.

”Ketika kualitas KTP sudah baik, tapi pemiliknya tidak menjaga dan merawatnya tentu hasilnya sama saja. Jadi, semua tentu harus ikut berpe­ran, baik kualitas KTP dan pe­milik KTP itu sendiri,”bebernya.

Salah satu warga Kedung Ha­lang, RT 01/04, Kelurahan Su­karesmi, Kecamatan Tanah­sareal, Idar mengungkapkan, jika kualitas KTP seumur hidup yang dimilikinya beserta kelu­arga masih jauh dari harapan. Terkelupasnya rincian identitas pada plastik KTP hingga terpi­sahnya gambar dengan plat KTP, adalah sejumlah masalah yang dialami pria 25 tahun itu.

Baca Juga  23.820 BALITA TERSERANG ISPA

”Jadi antara plastik identitas yang nempel pada KTP itu se­ring terkelupas, bahkan saya pernah rekatkan dengan pere­kat, tapi tetap saja terkelupas lagi,” akunya sambil menunju­kan KTP nya.(ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.