APK Rusak Bikin Kumuh Kota

by -

METROPOLITAN – Kontestasi pemilu 2019 menyisakan sejumlah persoalan di Kota Bogor. Salah satunya banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) milik partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) yang tidak terurus bahkan rusak. Padahal, APK-APK rusak yang jumlahnya cukup banyak membuat kumuh dan menambah semrawut kota.

Pantauan  Metropolitan, APK-APK rusak ditemukan di sejumlah titik. Di antaranya di pertigaan Yasmin-Semplak. Di sana, sejumlah APK milik caleg dari PKS, PPP, PKB hingga APK calon presiden Jokowi-Ma’ruf dalam keadaan rusak terpampang di trotoar jalan. Spanduk dan bambu-bambu penyangganya pun sudah tak beraturan namun dibiarkan begitu saja.

Tak hanya di Yasmin, APK rusak juga ditemukan di bawah Flyover Jalan Sholeh Iskandar. Di trotoar yang menghubungkan ruas jalan yang satu dengan lainnya, APK milik caleg DPR RI Maruar Sirait banyak yang roboh. Karena berada di jalan utama, pemandangan seperti dianggap mengganggu karena menambah semrawut kota.

Dua lokasi itu menjadi yang paling banyak sorotan lantaran berada di jalan utama. Di lokasi-lokasi lain juga banyak ditemukan APK caleg dan parpol dalam keadaan rusak dan dibiarkan begitu saja seperti di pertigaan Gunungbatu.

“Kalau kata saya sih mending dirapiin saja kalau yang sudah rusak. Bikin kumuh, jadi semrawut. Apalagi dipasangnya di jalan utama seperti ini,” keluh salah seorang pengendara yang saban hari lewat jalan tersebut, Arif.

Senada, pengendara lainnya, Yudha, merasakan hal serupa. Bahkan lelaki asal Semplak itu menilai kehadiran APK caleg mengganggu keindahan kota karena kerap dipasang di lokasi yang tidak semestisnya.

“Seperti di Yasmin, ada trotoar yang seperti taman tapi penuh sama spanduk caleg dan dalam keadaan rusak. Harusnya segera dirapikan karena bikin kumuh,” kata Yudha.

Karena itu, Yudha berharap para caleg dan parpol tidak mementingkan diri sendiri ketika ingin melakukan sosialisasi. Dirinya menilai pemasangan APK yang sembarangan justru membuat masyarakat tidak simpati kepada para caleg.

“Kalau ingin dipilih harusnya para caleg juga mementingkan kepentingan banyak orang. Kalau dilihatnya saja sudah nggak enak, gimana mau dipilih,” tandasnya. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *