Awas ! Begal Berkeliaran Di BNR

by -

METROPOLITAN – Lagi-lagi Kota Bogor dire­sahkan dengan kehadiran begal. Baru-baru ini, salah seorang pemuda, Dodong, menjadi korban pembegalan di Bogor Nir­wana Residence (BNR). Ia menga­lami luka parah di bagian kepala hingga lupa ingatan. Selain pem­begalan, ditemukan juga mayat tanpa identitas di kawasan peru­mahan elite tersebut.

Dodong ditemukan dalam keadaan terluka parah di bagian kepala oleh warga. Sampai sekarang belum diketahui pasti apa penyebabnya karena Dodong belum bisa dimintai keterangan akibat ingatannya belum pulih. Dodong hanya mampu mengenali kedua orang tuanya. “Ketika ditemukan dan akan dibawa ke rumah sakit, Dodong ditolak beberapa rumah sakit. Sampai akhirnya Dodong ditangani di RSUD Kota Bogor,” ujar Anis, salah satu rekan Do­dong.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/2) sekitar pukul 06:00 WIB di kawasan perumahan BNR Kota Bogor. “Beruntung Dodong masih bisa diselamatkan. Namun karena keterbatasan secara eko­nomi, keluarga sangat kesulitan,” katanya.

Baca Juga  MUSPIDA BOGOR PANTAU LALU LINTAS DENGAN MOTOR

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Silfia Sukma Rosa mengaku pihaknya belum menerima laporan menge­nai penemuan korban begal di wilayah hukum Polresta Bogor Kota. “Belum ada info soal kasus ini, mungkin bisa konfirmasi langsung dengan kapolseknya langsung. Soalnya saya belum menerima laporan untuk kasus ini,” paparnya.

Hal senada dikatakan Kasat Re­skrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sanjaya. Ia berkilah belum menerima laporan secara resmi dari pihak Polsek Bogor Selatan. “Saya kurang tahu, dari kemarin lagi di Bandung. Saya tidak be­rani komentar soal ini, nanti ya periksa dulu,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.

Tak bisa dipungkiri, Kecamatan Bogor Selatan merupakan salah satu kecamatan penyumbang angka tindak kriminalitas terbe­sar di Kota Bogor. Berdasarkan rekapitulasi tindak kriminal di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, Kecamatan Bogor Selatan merupakan kecamatan dengan angka tindak kriminal tertinggi, dengan total 103 kasus di sepan­jang 2018.

Baca Juga  Liverpool VS Manchester City, Sama-sama Butuh Menang

Hal tersebut sontak menjadikan Bogor Selatan sebagai kecama­tan yang masuk kategori zona merah tindak kriminal di Kota Hujan. Menanggapi hal tersebut, Komisi Kepolisian Nasional An­drea Poeloengan mengungkap­kan, untuk menekan angka tindak kriminal, tidak bisa dilakukan satu instrumen pemerintahan saja.

Peran dari seluruh instansi beserta masyarakat mutlak dip­erlukan untuk menekan angka tindak kejahatan. “Untuk men­ekan angka kejahatan tidak ha­nya unsur Polri, polsek, polres saja. Seluruh elemen masyarakat hingga jajaran pemerintah juga harus terlibat di dalamnya,” ung­kapnya.

Menurutnya, kekurangan per­sonel pada Polresta Bogor Kota merupakan salah satu kendala utama yang dialami satuan ke­polisian di Kota Bogor. Tak hanya personel, Pemerintah Kota Bogor juga harus mengadakan sejum­lah perlengkapan pengamanan untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan.

Baca Juga  Baby Alien Kunci Gelar Juara di Thailand

“Dari dulu Kota Bogor memang kekurangan personel faktanya. Standar personel Kota Bogor berbeda karena ada tugas VVIP (Pengamanan Presiden, red). Selain urusan VVIP, polresta juga meski melakukan penga­manan di cakupan wilayah yang cukup luas,” imbuhnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Bogor memfasilitasi sejum­lah alat pengamanan untuk menun­jang kinerja satuan pengamanan. “Seperti memperbanyak lampu jalan untuk penerangan, CCTV dan peralatan penunjang lainnya untuk mempermudah kinerja satuan kepolisian,” tutupnya. (ogi/c/mam/run)

One thought on “Awas ! Begal Berkeliaran Di BNR

  1. Peran bag bina mitra di Polresta Bogor dan jajaran hrs ditingkatkan adanya koordinasi dengan seluruh masyarakat dan Pemkot Bogor hrs sering dilakukan , patroli Sabhara dan patroli polantas hrs sering dilakukan apalagi BNR menjadi kawasan yg sering digunakan untuk tempat nongkrong para bikers dan anak muda khususnya di malam Minggu, wajib’ di lakukan pemantauan oleh aparat kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.