Banting Setir Dari Pengajar Jadi Perajin Beromzet Jutaan

by -

METROPOLITAN – Kulit kayu rupanya bisa mendatangkan pundi rupiah jika bisa mengolahnya. Seperti Olis Setiawan, pemuda asal Bandung ini sukses mengembangkan kulit kayu menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi hingga menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulannya. Penasaran?

Menjadi pengusaha memang jadi mimpi Olis. Tak ayal, Olis berani banting stir dari profesi nya sebagai pengajar bimbingan belajar menjadi perajin kulit kayu, “Karena saya punya keinginan untuk bisa menciptakan lapangan kerja,”kata Olis.

Usaha yang ia rintis pun bukan sembarangan.Sebab, tak banyak produk serupa yang menjajakannya. Ini pula yang membuatnya tertantang untuk etrus bereksperimen mengolah kulit kayu menjadi karya bernilai jual,.

“Awalnya saya mengolah bambu dan ranting jadi miniatur rumah pohon. Kemudian,kepikiran untuk memanfaatkan limbah kayu jadi kerajinan lain,”akunya.

Sampai akhirnya, lewat tangan dingin Olis, dirinya berhasil membuat karya tas dari hasil kulit kayu. Untuk modal awal, ia mengaku tak ingat persis.

Baca Juga  Ineu Blusukan di Jawa Barat

Olis melanjutkan, dalam bisnis ini bukan berarti tanpa tantangan. Apalagi, ia masih minim pengalaman untuk mengolah limbah kayu menjadi sebuah produk. Ia tak menyerah dan terus melakukan percobaan sampai berhasil.

”Banyak sekali kesulitan yang saya dapat karena sebelumnya sama sekali, belum tahu harus seperti apa mengolah kulit kayu untuk sebuah bahan dasar pembuatan produk. Tapi, itu menjadi tantangan untuk saya yang harus saya selesai,” paparnya.

Singkat cerita, bisnis dengan nama Kreatif Kulit Kayu itu pun berkembang. Tak hanya tas, produk yang dihasilkan berupa miniatur, aksesoris dan lain-lain.

Khusus tas dan jam tangan, Olis bandrol dengan harga mulai dari Rp 200 ribu per itemnya.

Baca Juga  Ayu Ting Ting Kebal Terhadap Hujatan Hatersnya

”Saat ini produk yang selalu saya buat di luar custom order itu jam tangan sama tas. Jam tangan saya bandrol mulai dari Rp 200 ribu dan tas pun sama saya bandrol mulai dari Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Omzet dari jualan produk hasil olahan limbah ini terbilang lumayan, meski hanya dipasarkan lewat online di Instagram @kreasikulitkayu.

”Untuk omzet itu kalau lagi jelek bisa sampai ratusan ribu tapi kalau lagi bagusnya itu bisa sampai di atas Rp 10 juta per bulan,” tambahnya.

Bagi Olis, menjalankan bisnis itu sederhana. Untuk bisa bersaing terpenting ialah berpikir untuk membuat sesuatu yang berbeda walaupun bahan bakunya sama. (de/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *