Dewan Minta Pemkot Utamakan Rakyat Dibanding Taman Kota

by -

METROPOLITAN – Menciptakan sejumlah ruang terbuka hijau, taman di pusat kota, hingga menekan angka pemukiman kumuh adalah satu diantara sekian program yang dicanangkan Pemerintah Kota Bogor. Kepala Bidang Pertamanan, Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus Gunawan, mengaku, pihaknya bakal membangun sekitar tujuh taman di Kota Bogor. Dengan rincian, satu taman berskala kota, serta enam taman pemukiman yang sudah masuk pada pengajuan tahun sebelumnya.

Biaya sebesar Rp3,5 miliar, juga siap digulirkan Pemerintah Kota Bogor, demi merealisasikan konsep Kota Hujan sebagai kota seribu taman. Menurut Agus, pembangunan taman ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama yang hendak menghabiskan waktu luang bersama keluarga.

Baca Juga  Honor Minim, Bakon tak Kunjung Menikah

“Kalau untuk enam taman pemukiman, kita patok Rp50- 200 juta, sementara taman kota diprediksi akan menghabiskan Rp1,2 miliar,” katanya, saat ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati, mengatakan, selain membangun taman, pemkot berencana menata pusat kota, khususnya seputaran Istana Bogor.

“Kami akan membangun pedestrian yang berkesinambungan bagi pejalan kaki di tahun ini,” ucapnya.

Pedestrian yang akan dibangun dari Jalan Sudirman, Pemuda, Kesehatan hingga Jalan Ahmad Yani. Secara garis besar, sambung dia, pembangunan sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2015 – 2019.

“Secara umum semuanya sudah berjalan sesuai dengan rancangan yang ada. Meski belum terlaksana dengan baik,”bebernya.

Baca Juga  434 Pohon Jadi Tumbal BORR Seksi 3A

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail, menilai, pembangunan taman dan pedestrian dirasa terlalu berlebihan. Sebagai wakil rakyat, ia sangat faham akan kebutuhan masyarakat dibawah. ”Kami sangat tahu kebutuhan masyarakat, bukannya kami menilai taman dan pedestrian itu tidak penting, tapi ada yang lebih penting dari itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seharusnya anggaran sebesar Rp3,5 miliar tersebut, bisa diperuntukan dan dialokasikan untuk kepentingan rakyat. “Contohnya pembangunan rumah tidak layak huni, peningkatakan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.(ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *