GSPI Protes Sistem Borongan PT NVI

by -

METROPOLITAN – Adanya sistem borongan yang diberlakukan PT Nina Venus Indonesia mendapat kritikan keras dari Gabungan Serikat Pekerja Indonesia (GSPI).

Ketua GSPI Dadeng Nazarudin menilai sistem kerja yang diberlakukan perusahaan rambut palsu itu tidak pas.

“Sistem hubungan kerja borongan tidak berlaku di perusahaan seperti PT Nina Venus. Seperti yang tertera dalam ketentuan Kepmenaker RI No. 100 Tahun 2004 tentang Implementasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pekerjaan yang paling lama tiga bulan dan setiap bulannya bekerja paling lama 21 hari kerja, “kata Dadeng.

Menurutnya, PT Nina Venus yang bergerak di bidang rambut palsu (wig) tidak masuk kategori partisipasi atau tidak terkait keuangan dan juga sudah lebih dari tujuh tahun. Hal itu sangat wajar dan harus ditolak para buruhnya. “Kembali kita pertanyakan peran pemerintah, bagaimana pembinaan dan pengawasannya?” tanya Dadeng.

Baca Juga  BPBD Ngarep Relawan Bencana Dikontrak

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Muladi mengaku masih mendukung perkembangan yang terjadi di PT Nina Venus. Itu pun harus disetujui.

“Lebih baik diselesaikan dulu di situ. Karena itu masalah internal. Namun informasi terakhir pihak perusahaan mempertimbangkan para buruh,” tuturnya. Pihaknya juga tetap mendorong perusahaan untuk mengangkat karyawannya yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun. “Kita selalu menentukan agar perusahaan selalu menaati aturan yang ada,” tandasnya. (dapat / ade / feb / jalankan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *