Ini Catatan Hasil Simulasi Pemilu 2019

by -

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2019 di Desa Nagrak, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Minggu (2/3). Hasilnya, KPU menemukan sejumlah kendala dan potensi masalah berkaitan dengan persiapan dan teknis.

Simulasi itu sengaja dilakukan di Desa Nagrak, Gunungputri, lantaran segmen yang ingin diambil adalah pemilih perbatasan. Desa Nagrak sendiri berbatasan dengan Bekasi, Jakarta dan Depok. Simulasi pun dibuat menyerupai asli dengan 289 pemilih yang terdiri dari 385 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan empat pemilih dari Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Simulasi itu memberi fakta bahwa pemilih membutuhkan waktu 3,5 menit sampai 7 menit untuk mencoblos lima surat suara. Setelah itu, masih banyak pemilih yang kesulitan memasukkan lima surat suara ke masingmasing kotaknya.

Hal lain yang cukup menjadi perhatian adalah waktu penghitungan suara. KPU mencatat penghitungan kotak pilpres dan DPD RI masing-masing membutuhkan waktu 1 jam 15 menit. Sementara untuk penghitungan kotak DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten membutuhkan waktu masingmasing 2 jam 17 menit.

Baca Juga  KPU Pisahkan Bogor Tengah-Timur atau Tetap 5 Dapil?

“Artinya butuh waktu ekstra untuk menghitung lima surat suara. Penekanannya untuk KPPS agar menjaga stamina karena sampai larut. Kami sarankan agar mereka tidak begadang, jadi besoknya fresh. Karena cukup melelahkan membuka surat suara satu per satu,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor memberi catatan agar KPPS lebih teliti saat pemungutan dan penghitungan suara nanti. Sebab hasil simulasi kemarin, pemilih dari DPTb yang pindah memilih tetap diberi lima surat suara. Padahal, pemilih yang pindah memilih disesuaikan surat suaranya.

“Ada koordinasinya yang kurang antara penerima register dan pemberi surat suara. Misal saya kemarin pindah memilih dari Dapil IV ke Dapil II, harusnya saya mendapat empat surat suara minus DPRD kabupaten karena beda dapil. Tapi kemarin dikasih lima surat suara. Ini harus jadi perhatian karena potensi DPTb cukup banyak,” terang Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah.

Baca Juga  Panwascam Dilarang Tebang Pilih

Selain itu, masih adanya perbedaan antara daftar hadir dengan surat suara yang dihitung harus menjadi perhatian serius. KPPS harus lebih teliti nantinya. Dari sisi pemilih, Bawaslu menemukan fakta bahwa manula relatif kesulitan dengan ukuran surat suara yang cukup besar, sementara bilik suaranya kecil. “Harapan kami ini bisa menjadi evaluasi bersama untuk 17 April nanti,” tandasnya. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *