Lima Tahun Galian Ilegal Jonggol Bebas Beroperasi

by -

METROPOLITAN – Bupati Bogor, Ade Yasin, sepertinya harus meng­evaluasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Dalam menghadapi pelaku galian tanah ilegal di Bogor timur, aparat penegak perda itu terkesan setengah hati. Padahal, gurandil tersebut su­dah merusak lingkungan dan meru­gikan masyarakat.

Selain tebang pilih, Satpol PP juga sepertinya tidak tegas dalam me­nangani pelaku usaha galian ilegal tersebut. Sebab, hingga hari ini ma­sih banyak galian ilegal yang bero­perasi di Cariu, Tanjungsari dan Jonggol. Salah satu lokasi galian paling lama beroperasi adalah ga­lian ilegal di Desa Sukanegara, Ke­camatan Jonggol.

Informasi yang dihimpun, lokasi galian tersebut sudah beroperasi lebih dari lima tahun. Meskipun sempat dilakukan tindakan Pol PP Kecamatan Jonggol dan Satpol PP Kabupaten Bogor, usaha ilegal itu kembali beroperasi lantaran minim­nya pengawasan instansi terkait.“Iya galian itu sudah lama jalan. Lima tahunan,” kata warga Sukanegara, Anto.

Baca Juga  Obok-obok Kafe di Tajur, Polisi Sita Miras

Menurut dia, lokasi tersebut sempat didatangi Pol PP dan ditutup. Namun itu hanya sementara, karena dalam waktu beberapa hari sudah buka kem­bali. “Pernah ditutup tapi cuma se­bentar terus buka lagi,” katanya.

Ia menegaskan, lokasi tersebut menghasilkan tanah untuk bahan keramik atau biasa disebut tanah clay. “Kalau di sini galinya untuk keramik. Bukan tanah merah untuk urugan seperti di Cariu,” tukasnya.

(fik/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.