Masyarakat Harus Aktif Cegah Pelanggaran

by -

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di Hotel Lor’In Sentul, kemarin. Sosialisasi tersebut diharapkan mampu memberi pemahaman tekait aturan kepemiluan, sehingga masyarakat bisa ikut aktif mencegah pelanggaran.

Sosialisasi diikuti peserta dari berbagai organisasi pemuda, organisasi masyarakat, mahasiswa hingga insan pers. Selain KPU Kabupaten Bogor, sosialisasi diisi pemateri dari Komisioner KPU Jawa Barat Idham Kholik, akademisi Ismail dan Komisioner Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi.

“Regulasi ini harus diketahui secara umum dan terbuka agar amsyarakat memahami peraturan yang melekat dalam pemilu. Sehingga masyarakat juga turut serta mencegah pelanggaran selama proses pemilu berlangsung,” kata Komisioner Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Jawa Barat Idham Holik mengaku sosialisasi ini merupakan bentuk semangan KPU Kabupaten Bogor untuk mencerahkan dan mendidik pemilih. Sebab, demokrasi elektoral yang baik harus dilandasi prinsip kepastian hukum.

Baca Juga  Puskesmas Cibungbulang Jadi Percontohan Di Bobar

“Masih banyak yang beranggapan bahwa pemilu adalah hal biasa yang dilakukan di setiap periodenya. Padahal selalu ada perubahan aturan, jadi tetap harus dipelajari aturan itu,” terang Idham. Selain lewat sosialisasi seperti ini, kemudahan akses informasi harus dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam aturan kepemiluan.

“Literasi politik masyarakat Bogor dari pemilu ke pemilu juga cukup baik, karena hari ini akses infonya sangat mudah. Hanya lewat genggaman informasi bisa diakses,” ungkapnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Bogor Herry Setiawan mengaku sosialisasi kali ini memang khusus mengupas aturan-aturan pemilu yang tertuang dalam UU Nomor 7 tahun 2017. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya membangun budaya intelektual untuk menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat.

Baca Juga  Abraham Samad Siap Nyapres

“Kami berharap ini bisa membangun budaya intelektual sehingga tumbuh kesadaran kritis di masyarakat karena memiliki pemahaman soal aturan,” tandas Herry.

(fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *