Nasdem Bantah Calegnya di Bogor Gembong Perampok

by -

METROPOLITAN – Polres Bogor belum lama ini merilis kasus perampokan yang salah satu otak pelakunya merupakan calon anggota legislatif (caleg) berinisial S. Namun, keterbatasan informasi yang diberikan kepolisian membuat banyak spekulasi. Hingga tak sedikit yang mengaitkan inisial S dengan caleg dari Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bogor, Suhardi. Informasi itu pun langsung dibantah DPD Nasdem Kabupaten Bogor saat konferensi pers di kantor DPD, kemarin.

Sekretaris Jenderal DPD Partai Nasdem Kabupaten Bogor Wahyanto mengatakan, informasi caleg Partai Nasdem Suhardi menjadi gembong perampokan tidak benar. Hal itu dibuktikan lewat kehadiran Suhardi pada konferensi tersebut.

“Buktinya beliau ada di sini bersama kita. Artinya tidak benar adanya tulisan di media yang menyebut Pak Suhardi terlibat jadi otak perampokan,” kata Wahyanto. Menurutnya, klarifikasi itu penting dilakukan sebab banyak opini yang berkembang dan menjurus ke arah yang tidak benar. Informasi keliru tersebut juga dirasa menyudutkan Suhardi.

Baca Juga  Gerindra Waspadai Politisi Kutu Loncat

“Apalagi dari polres juga tidak ada keterangan bahwa S itu caleg Nasdem. Hal ini sudah kami konfirmasi ke Polres Bogor, tidak ada kata-kata otak perampokan caleg Nasdem 2019-2024 segala,” terangnya. Selain itu, Wahyanto menyebut di salah satu media terdapat tulisan konfirmasi dirinya. Padahal, dirinya merasa tidak pernah diwawancarai atau ditemui awak media. Klarifikasi itu dianggap perlu karena merugikan caleg maupun partai.

“Pertanyaan itu harusnya ditanya ke polisi, dia caleg daerah mana? Partai mana? Tidak ada, kan yang mencantumkan nama partai. Ini juga akan kami laporkan ke Dewan Pers,” ancam Wahyanto. Sementara itu, caleg Nasdem Suhardi mengaku tersudut lantaran adanya opini yang mengarah kepada dirinya. Terlebih di Dapil II hanya dirinya caleg Nasdem yang berinisial S yang secara otomatis dugaan mengarah padanya.

Baca Juga  Sosialisasikan Pasangan Jadi Hingga ke Pasar-pasar

“Kalau benar, harusnya saya di polres dong. Ini saya ada di sini. Tidak pernah terkait kasus itu. Berita ini salah, hoaks lah. Saya sih ingin semua clear karena pileg juga sebentar lagi. Tentu punya pengaruh buat saya ataupun partai,” tutup Suhardi.

(ryn/c/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *