Per Bulan 15 Warga Bogor Gila

by -

METROPOLITAN – Setiap bulan, ada 10-15 warga Ka­bupaten Bogor yang menga­lami gangguan jiwa alias gila. Hal ini terkuak berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor yang meri­lis ada 188 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODJG) selama 2018. Bahkan, tahun ini sejak Januari-Maret ada 30 ODJG yang tengah direhabilitasi di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Kota Bogor.

Kepala Bidang Rehabilitasi pada Dinsos Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah, menga­takan, gangguan kejiwaan yang banyak diderita warga Bogor rata-rata di umur 18-50 tahun, dengan didominasi usia pro­duktif. “Mereka rata-rata men­jadi ODJG karena urusan as­mara dan ekonomi,” kata Dian saat ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Menurutnya, sejak 2019 kategori kejiwaan rumahan dan bukan di pinggir jalan. Bahkan, banyak masyarakat yang meminta pendampingmayoritas penderita ODJG an dari dinsos untuk kelu­arganya yang mengalami ODJG di rumahnya. “Semua tergantung permintaan kelu­arga. Yang jelas, kami siap mendampingi,” ujarnya. Dian menambahkan, pada ODGJ tercatat dengan135 orang tanpa indentitas 23 orang. “Untuk ODGJ jadi ke­wenangan Dinkes Kabupaten Bogor. Kami hanya men­dampingi dan memfasilitasi penanganan penyandang disabilitas mental,’’ bebernya.­

Sementara itu, mantan penyandang disabilitas men­tal asal Rumpin, Diva (35), mengungkapkan, permasala­han rumah tangga lah yang menjadikan dirinya depresi. Terutama saat jauh dari anak dan istri.

“Alhamdulillah, berkat ban­tuan pemerintah saya bisa kembali hidup normal. Bahkan, semakin mendekatkan diri kepada sang Ilahi,” singkatnya.(mul/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *