Sedih, Ditinggal Menikah karena Beda Agama (1)

by -

METROPOLITAN – Berpacaran beda agama memang sangat sulit. Ini lah yang aku alami dan aku tanggung. Setelah berpacaran dengannya selama 3 tahun, kini aku ditinggal menikah kekasihku.

Risiko pacaran beda agamaAku wanita berumur 23 tahun dan kekasihku berumur 35 tahun. Kami pacaran berbeda agama dan suku. Saling mencintai dan saling membutuhkan. Kami berteman lebih dari 3 tahun dan karna kami sudah mengetahui sifat satu sama lain akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.

Kami tau pasti banyak pertentangan kalau hal ini kami bicarakan ke masing masing keluarga.

Seiring berjalannya waktu kami mulai membicarakan hal ini kepada masing masing keluarga kami. Dari situlah konflik mulai muncul .

Tanggapan dari keluarga kekasihku, mereka merestui hubungan kami kalau aku masuk ke agama mereka. Begitu juga dengan keluargaku, mereka akan merestui kalau kekasihku bisa seiman denganku. Kekasihku terus memaksaku, agar aku bisa masuk ke agamanya, supaya kami bisa direstui keluarganya. Tetapi aku berfikir tentang keluargaku. Pasti aku bakal membuat sedih kedua orang tua ku jika aku melakukan hal itu.

Di sisi lain, keluarga pacarku memaksa dia untuk segera menikah mengingat usia pacarku yang sudah cukup waktu untuk menikah .
Apalagi aku yang juga belum memberi jawaban untuk bisa ikut Agama dia. Akhirnya dia di jodohkan dengan wanita sesuku dan seagama dengannya.

Mendengar itu semua membuat hatiku hancur, sakit. Tapi dia mencoba menguatkan aku.

Di situ aku membuat kesepakatan dengan kekasihku. Aku setuju jika dia menikahi wanita lain tetapi sesudah itu terjadi secepatnya dia harus meninggalkan wanita itu kalau memang dia sayang denganku. (cer/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *