7 Muka Baru Wakil Bogor Di Senayan

by -

METROPOLITAN – Pada 17 April 2019, warga Bogor bakal memilih wakilnya untuk duduk di Senayan. Sebanyak 258 calon anggota legislatif (caleg) di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ( Jabar) 3 dan 5 bakal bertarung memperebutkan sembilan kursi di masing-masing dapil. Dan inilah nama caleg versi Metropolitan yang bakal menduduki kursi Senayan sesuai hasil simulasi pencoblosan caleg DPR RI.

Nama Eka Sastra, caleg DPR RI dari Partai Golkar, tentu tak lagi asing di telinga. Nama dan fotonya sudah banyak tersebar sejak pemilihan legislatif (pileg) 2014 berlangsung. Tahun ini, ia pun kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat di Senayan, mewakili Dapil Jabar 3, Kota Bogor dan Cianjur.

Hasil simulasi pencoblosan caleg DPR RI versi Metropolitan, Eka Sastra berhasil menduduki peringkat teratas dengan perolehan suara 9,15 persen dari total suara sah 1.104.

Dari total sembilan kursi DPR RI, tujuh di antaranya diduduki caleg lama dan sisanya caleg baru.

Beberapa nama caleg incumbent selain Eka Sastra, yang diprediksi kembali terpilih sesuai raihan suara terbanyak yaitu Ecky Awal Mucharam (7,43 persen), Diah Pitaloka (6,88 persen), Ahmad Riza Patria (4,89 persen), Deding Ishak (4,80 persen), Sjarifuddin Hasan (3,28 persen) dan Neng Eem Marhamah Zulfa (3,08 persen).

Baca Juga  Partai Cak Imin Pecah Telur

Ketua Tim Pemenangan Neng Eem di Kota Bogor, Edi Kholqi, mengaku tak akan cepat puas terhadap hasil simulasi tersebut.

“Sebenarnya kami kurang puas. Karena target kami itu ada di posisi ketiga atau keempat. Makanya sampai nanti batas waktu kampanye, kami akan turun lagi ke bawah untuk meningkatkan elektabilitas, meyakinkan pemilih,” tutur Edi.

Menurutnya, target sasaran Neng Eem sendiri yakni menyasar masyarakat di pinggiran yang masih memegang kuat garis NU.

Menurutnya, selama ini Neng Eem komitmen mengawal program pusat yang berimbas positif ke dapil.

“Dia punya program yang memang dikawal. Termasuk saat membidangi Komisi V masalah infrastruktur. Ada Tol Bocimi, Tol BORR yang jadi bagian dari pembahasannya. Serta masalah perhubungan, kemarin dia juga ikut mengusulkan bandara di Ciajur Selatan,” bebernya.

Baca Juga  Anies Minta Pemkab Bogor Kirim Surat

Kondisi berbeda justru terjadi di Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil simulasi pencoblosan DPR RI versi Metropolitan, dari kuota sembilan kursi, lima di antaranya justru didominasi caleg pendatang baru alias muka anyar. Di antaranya Arif Budiman (PAN), Elly Rachmat Yasin (PPP), Faldo Maldani (PAN), Mulyadi (Gerindra) dan Fahmi Alaydroes (PKS).

Sedangkan empat caleg incumbent lainnya yang terpilih yakni Fadli Zon, Adian Yunus, Primus Yustisio dan Anton Sukartono Suratto. (lihat grafis)

Bila ditotal, maka untuk Dapil Jabar 3 dan 5 ada tujuh muka baru wakil Bogor yang bakal duduk di Senayan.

Direktur Perludem Titi Anggraeni menilai pilihan pada caleg baru bisa disebabkan banyak faktor. Pertama karena adanya ketidakpuasan pada kinerja petahana. Atau bisa pula karena tawaran janji kampanye yang diberikan caleg baru lebih menjanjikan bagi para pemilih ketimbang petahana.

“Atau bisa pula karena faktor pragmatis. Karena caleg barunya pesohor yang lebih dikenal. Dan di beberapa kejadian, ada kontribusi praktik ilegal politik transaksional,” beber Titi.

Meski begitu, Titi menegaskan bahwa tingkat keterpilihan caleg tidak berdiri sendiri. Sebab, mereka harus pastikan partainya aman lolos dari ambang batas parlemen 4 persen dan bisa mendapat kursi di dapil.

Baca Juga  Anggota PPK Akui Terima Uang dari Caleg Perindo

“Meski calegnya suara tinggi, tapi kalau parpol tidak dapat kursi saat konversi suara jadi kursi, ya tetap saja dia tidak bisa terpilih,” bebernya.

Caleg incumbent dari Dapil Jabar 5 yang posisinya dalam hasil simulasi pencoblosan DPR RI tergeser caleg baru, Ahmad Farial, mengaku tak ambil pusing dengan hasil tersebut.

Ia mengaku tidak akan terpengaruh terhadap hasil simulasi ataupun adanya caleg pendatang baru yang diramalkan bisa menggeser posisinya sebagai anggota DPR RI.

“Nggaklah (tidak berpengaruh, red). Nggak apa-apa lihat hasilnya nanti,” kata politisi PPP itu.

Disinggung soal ambang batas parlemen, Farial juga mengaku yakin partainya bisa tetap memperoleh jatah kursi. “Sudah aman 4,7 persen. Dulu juga dibilang nggak lolos,” ujarnya. Berdasarkan hasil simulasi pencoblosan, posisi Farial berada di urutan ke-17 dengan raihan suara 0,57 persen. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *