Ada Dugaan Pemaksaan Hak Pilih Di TPS Nanggung

by -
LUSTRASI: Pemilih saat menyalurkan hak pilihnya di pemilu 2019. Bawaslu mencium ada dugaan pelanggaran selama proses pencoblosan di TPS Nanggung.

METROPOLITAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor melakukan pendalaman kasus dugaan pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, saat pencoblosan 17 April lalu. Kuat dugaan ada upaya pemaksaan hak pilih pemilih yang diarahkan memilih calon tertentu.

Kasus  ini bermula lantaran videonya viral di media sosial. Dalam video itu, petugas memanggil salah seorang pemilih untuk mendapat giliran mencoblos. Namun saat di bilik suara, pemilih menghampiri seorang pria berkemeja putih dengan kacamata yang membukakan surat suaranya. Pria itu lantas mencobloskan surat suara calon presiden nomor urut satu dan satu surat suara lainnya berwarna hijau milik pemilih. “Sampai saat ini kami masih pendalaman. Beberapa hari lalu kami ke sana memanggil para pihak, termasuk yang diduga memberikan informasi awal dan yang menyaksikan seperti KPPS dan PTPS, namun yang diduga melakukan tidak hadir,” kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Burhanudin.

Baca Juga  Kader AMS Konsisten Usung Bogor Adem

Menurutnya, sudah ada dua orang yang siap menjadi saksi korban. Lelaki yang akrab disapa Burhan itu mengaku kasus ini memang memiliki unsur dugaan pidana. Jika merujuk pada keterangan saksi, memang ada upaya pemaksaan hak pilihnya digunakan. “Kami masih melakukan penelusuran untuk dijadikan temuan. Saksi dua orang sudah. Kalau video masih perlu penjelasan lebih dalam lagi. Teman-teman Panwascam akan melakukan pleno, apakah bisa dijadikan temuan atau tidak. Kami akan investigasi untuk menguatkan,” terangnya.

Sebelumnya, Panwascam Nanggung Asep Hurdi membenarkan saat pencoblosan 17 April 2019 ada laporan warga yang menyebut salah seorang ketua RT mengarahkan para pemilih di TPS 24. Panwascam juga sudah mengantongi bukti video yang beredar luas dan menjadikannya temuan dugaan pelanggaran pemilu. “Betul ada laporan warga soal dugaan pengarahan untuk memilih. Sesuai kajian bersama, memang betul ada dugaan pidana pada temuan itu dan kami serahkan ke Bawaslu Kabupaten Bogor,” jelas Hudri. (fin/run)

Baca Juga  Waduh , Amplop Zenal Abidin Di Tanah Sareal

Leave a Reply

Your email address will not be published.