Bawaslu Telusuri Aliran Uang Zenal Abidin

by -

METROPOLITAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor terus mendalami dugaan politik uang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tanahsareal, Zenal Abidin. Bawaslu terjun langsung ke lokasi untuk menelusuri ada atau tidaknya orang lain yang menerima aliran uangnya saat masa tenang pemilu 2019.

“Hari ini (kemarin, red) mau follow up ke Kelurahan Kencana. Apakah ada saksi lain yang akan diajukan pelapor. Ada waktu bagi pelapor untuk menambahkan saksi. Mereka juga bilang punya video pengakuan, tapi kami konfirmasi terhapus. Maka hari ini kami turun ke lokasi, apakah di sekitar RT/RW di Kelurahan Kencana ada orang lain yang menerima,” kata Komisioner Bawaslu Kota Bogor Firman Wujaya, kemarin. Informasinya, amplop berisi uang Rp50.000 berikut kartu nama Zenal seperti yang sempat viral di media sosial, diberikan juga di satu RT di Kelurahan Kencana. Tetapi pembagiannya tidak sekaligus, melainkan dengan cara dipanggil satu per satu ke rumah.

“Masih proses penelusuran. Pertama, awalnya kami tindaklanjuti lewat informasi awal di Panwascam Klapanunggal. Tapi kemarin sore ada juga warga Kencana yang laporan ke Bawaslu Kota Bogor. Dugaannya pemberian imbalan uang untuk pemilih di Kelurahah Kencana. Ia membawa satu orang saksi penerima,” terangnya.

Sebelumnya, Panwascam Tanahsareal juga mendalami informasi awal soal dugaan politik uang yang diduga dilakukan Zenal Abidin. Bahkan di tengah penelusuran Panwascam, ia juga dilaporkan dua orang berbeda dengan kasus yang hampir serupa ke Bawaslu Kota Bogor, kemarin. Informasi yang dihimpun, dua laporan yang masuk berasal dari Kampung Kencana dan Kebonpedes. Di Kampung Kencana, Zenal dilaporkan memberikan uang kepada warga. Sementara di Tanahsareal, Zenal dilaporkan atas dugaan memberikan materi lainnya berupa televisi.

“Hari ini (kemarin, red) memang ada tiga laporan yang masuk ke Bawaslu. Dua di antaranya melaporkan orang yang sama (Zenal Abidin, red) dengan peristiwa beda. Kalau yang di Kencana memberikan uang, di Kebonpedes informasinya memberikan tv,” kata Firman. Sementara itu, Zenal Abidin mengaku belum mengetahui jika dirinya dilaporkan ke Bawaslu. Yang jelas, caleg Partai Gerindra ini membantah telah melakukan politik uang.

“Info seperti ini sudah biasa, di 2014 juga sama. Mungkin ada yang merasa kalah suaranya di wilayah, lebih ke politis. Kalau amplop bisa beli, uang bisa dimasukin dan kartu nama banyak masysrakat yang pegang. Saya juga nggak tahu itu, namanya juga politik,” kata Zenal. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *