Caleg Tenar Nggak Jaminan

by -

METROPOLITAN – Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Yusfitriadi menilai aspek populis atau popularitas caleg tidak jadi jaminan bisa menduduki kembali kursi panas. Sebab untuk pemilih rasional seperti di Kota Bogor, rekam jejak caleg juga akan jadi bahan pertimbangan.

“Kalau mereka selama ini jadi populis yang dianggap kurang baik, maka jangan harap akan dipilih lagi,” kata Yus.

Sementara menurut aktivis pemilu, Titi Anggraeni, secara alamiah pemilih akan memilih caleg yang ia ketahui atau kenal. Intensitas penampilan atau kemunculan di media membuat caleg lebih mudah dikenali pemilih.

Di tengah banyaknya caleg, popularitas merupakan insentif yang dimiliki caleg-caleg yang sering diliput media dan tampil di televisi.

Menurutnya, mayoritas pemilih mendapat informasi dari media penyiaran, baik televisi maupun radio. Fenomena itu terjadi di seluruh wilayah Indonesia, bukan cuma Bogor.

Baca Juga  Kanalisasi Puncak Jilid II Berhasil atau Gagal?

“Kalau dilihat dari hasilnya kenapa Fadli Zon, Adian bisa terpilih lagi, ada faktor (popularitas, red) itu juga. Mereka lebih sering muncul di media,” tuturnya. Namun lagi-lagi Titi mengingatkan soal ambang batas parlemen. “Setenar apa pun kalau partainya tidak lolos ambang batas, tidak akan terpilih,” tegasnya. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *