Dua Kota Asal Laos Belajar Ke Bogor

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, menerima rombongan studi banding dari dua kota asal Laos di Grand Garden Resto, Kebun Raya Bogor, kemarin. Kedua kota tersebut merupakan delegasi dari Urban Low Emissions Development Strategy (UrbanLEDS) bagian dua.

Bima Arya menjelaskan, mereka juga tergabung dalam Lembaga International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) yang konsen terhadap strategi pembangunan kota rendah emisi. “Saya tadi jelaskan mengenai program dan konsepnya dengan menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang, seperti pedestrian yang nyaman, ruang terbuka publik, pengolahan sampah berbasis 3R, pengolahan limbah, transportasi dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut dia, kehadiran mereka untuk saling belajar dan bertukar pikiran dengan Pemkot Bogor. “Selain forum diskusi, mereka juga akan diajak mengunjungi sejumlah titik, seperti green house dan sarana lain di Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Subbidang Perencanaan Tata Lingkungan Hidup Bappeda Kota Bogor, Naufal Isnaeni, mengatakan, dua kota di Laos tersebut merupakan anggota baru dari program Urban LEDS-ICLEI bagian dua. Maka dari itu, dipilihlah Kota Bogor sebagai tempat belajar, mengingat Bogor merupakan kota yang cukup berhasil dalam menjalankan perubahan mitigasi iklim.

”Sejauh ini dari sejak 2014 ICLEI masuk ke Kota Bogor progresnya signifikan. Salah satunya pembangunan pedestrian yang bukan hanya memberikan fasilitas lari dan jalan, tapi juga meminimalisasi gas rumah kaca karena bisa mengurangi penggunaan kendaraan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan ICLEI, Slamet, mengatakan, dengan studi banding ke Kota Bogor, pemerintah kota di dua kota Laos bisa saling bertukar pengetahuan. Apalagi, Kota Bogor cukup maju dalam mengimplementasikan isu perubahan iklim, baik mitigasi dan adaptasi dalam rencana pembangunannya.

”Kami juga melihat kepemimpinan wali kota Bogor yang punya komitmen kuat dalam hal menjalankan mitigasi dengan dibangunnya pedestrian, jalur sepeda dan mengganti lampu jalan ke lampu LED. Adaptasi ini dengan mengurangi banjir dan krisis air,” pungkasnya.

(*/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *