Gantikan Tugas Suami Sampai Harus Kehilangan Bayi

by -

METROPOLITAN – Widia (27), warga Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea, harus merelakan buah hatinya yang masih dalam kandungan. Akibat kelelahan menggantikan tugas suami sebagai saksi dari partai politik (parpol), Widia terpaksa mengalami pendarahan hingga bayinya dinyatakan meninggal dunia.

Kamis (25/4), Bupati Bogor Ade Yasin membesuk Widia, yang merupakan saksi dari PPP Kabupaten Bogor. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, tubuh Widia terbaring lemah usai menjalani operasi cesar. Widia terpaksa mengalami keguguran anak keduanya saat penghitungan suara di TPS 15 Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea. Tak hanya Widia, Ade Yasin juga menyambangi rumah Syarif, anggota Linmas Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, yang meninggal dunia usai penghitungan suara pemilu di TPS 15.

Baca Juga  Gas Bocor, Kafe Harvest Box Terbakar, Pegawai Jadi Korban

Ade Yasin menilai pemilu 2019 merupakan pemilu yang terberat karena pilpres dan pileg digabung. Akibatnya, banyak petugas KPPS yang kelelahan dan menyebabkan sakit hingga meninggal dunia. Sebab, mereka harus bertugas dari mulai pemungutan hingga penghitungan suara sampai malam hari.

”Saya sangat prihatin adanya petugas KPPS, linmas dan saksi yang sakit hingga meninggal dunia,” ujar Ade Yasin.

Ia mengatakan, banyak anggota KPPS yang meninggal dunia bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor. Hal serupa juga terjadi di luar Kabupaten Bogor. Untuk di Kabupaten Bogor, total ada delapan orang yang meninggal dunia akibat kelelahan usai pleno, dari mulai yang sakit hingga mengalami kecelakaan.

Baca Juga  Hujan Badai di Jakarta Ancam Wilayah Bogor

”Saya juga tadi membesuk saksi dari PPP yang keguguran saat menjadi saksi di TPS 15, Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada RSUD dan puskemas yang ada di wilayah untuk standby di tempat penghitungan. Usai pemilu 2019, Pemkab Bogor bakal memberikan penghargaan kepada keluarga korban yang meninggal dunia saat bertugas di pemilu 2019. ”Mereka yang meninggal dan sakit saat penghitungan pemilu 2019 merupakan pahlawan demokrasi yang harus dihargai,” katanya.

Ketua PAC PPP Ciampea Suheri mengungkapkan, saat bimtek saksi sudah ada larangan bagi wanita yang hamil muda untuk tidak menjadi saksi karena membutuhkan energi. Tetapi Widia bersedia menjadi saksi mengantikan suaminya, Fadli.

Baca Juga  Gelar Muscab, M Iqbal Terpilih Aklamasi Nakhodai AMK Kota Bogor

Saat penghitungan, sekitar pukul 07:00 WIB, Widia mengalami pendarahan hingga melahirkan di RSUD Leuwiliang. Karena melahirkam secara cesar, akhirnya bayi perempuannya meninggal dunia. ”Total saksi PPP di Kecamatan Ciampea ada 483 saksi. Sedangkan Widia dari partai sudah memberikan bantuan dan Bupati juga sudah membesuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.