Harus Lewati Jalan Terjal Dan Licin

by -

METROPOLITAN – mempertanyakan jadwal pemberian bantuan gabungan di Sukabumi, Jawa Barat, saat mengantar logistik untuk keperluan pemilu 2019, 17 April kemarin. Jalanan licin, tanjakan ekstrem hingga sulit sinyal.

Personel gabungan TNI dan Polri mengawal logistik pemilu yang dibawa personel linmas di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Ada 33 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mendapat perhatian petugas, dua di persetujuan sulit menggunakan kendaraan roda empat karena ditolak.

Jalan sempit berlumpur dan terjal dilalui petugas antar menggunakan kendaraan roda dua. Ada 6.925 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Cikidang. Mereka tersebar di 33 TPS. ”Di Kecamatan Cikidang ada dua kampung yang memang ekstra pengantarannya. Kampung Gunungbatu dan Kampung Neglasari jarak tempuh 10 kilometer dari kantor desa waktu dua hingga tiga jam, ”kata Ketua PPS Dedah.

Menurut Dedah, jalan licin dan berlumpur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas antar. Selain itu tidak ada sinyal yang membuat petugas memberikan pembaruan perjalanan ke petugas yang berjaga di TPS. ”Akhirnya menggunakan sinyal komunikasi radio yang dilakukan kepolisian dan TNI. Karena di beberapa titik memang sulit sinyal telepon selular, ”lanjutnya.

Baca Juga  Pencarian Korban dan Pesawat Lion Air JT 610

Kondisi Umum juga menjadi tantangan bagi pengamanan di Polsek Lengkong, Resor Sukabumi. Jarak tempuh meningkat 38 kilometer menggunakan jalur yang menantang, keluar-masuk ke hutan karena tidak ada akses jalan lain.

”Contohnya TPS 18 berlokasi di Kampung Cipatat, anggota kita bersama personel TNI dari Koramil harus berjuang ekstra melalui jalan setapak yang sebenarnya hanya bisa bergerak dengan berjalan kaki. Kita juga ingin logistik sampai waktu yang tepat, harapannya sebelum hujan sudah sampai di TPS yang meminta karena jika hujan tantangannya berlipat, ”ujar Kapolsek Lengkong AKP Didik Sardadi.

Selain jalan yang ekstrem, kampung tersebut juga tidak terjangkau jaringan seluler. Untuk mendapatkan sinyal, orang mencari tempat tinggi agar benarbenar terjangkau sinyal untuk berkomunikasi.

Baca Juga  TKSK dan Penyuluh Digojlok Masalah Sosial

”Sinyal di sana nggak ada. Untuk komunikasi ya nyari-nyari saja sinyal yang ada, baru bisa komunikasi. Kita belum menggunakan radio, komunikasi belum disetting dengan frekwensi yang lengkong, ”tambahnya. (dtk / mam / run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *