Ini Sanksi Penggelembung Suara

by -

METROPOLITAN – Para pelaku yang dengan sengaja menggelembungkan suara untuk kandidat tertentu akan disangka melanggar pasal 532 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancamannya berupa pidana penjara paling lama empat tahun dan denda hingga Rp48 juta.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan, pihak yang sengaja menyebabkan suara pemilih tak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu bertambah atau berkurang akan disidang di dua pengadilan. Pertama. Pelaku akan disidang di pengadilan pidana untuk menerapkan hukuman pidana bagi pelakunya.

Selanjutnya, sidang pengadilan kedua yang harus dijalani adalah pengadilan konstitusi di MK. Adapun tujuan dari pengadilan ini adalah untuk mengembalikan suara yang sudah digelembungkan atau dikurangi oleh pelaku tersebut. “Untuk mengembalikan suaranya sesuai faktanya,” kata Mahfud.

Baca Juga  Gakkumdu Proses 45 Perkara Dugaan Pelanggar Pemilu

Dalam Pasal 532 UU Pemilu, disebutkan setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan Suara Peserta Pemilu menjadi berkurang, dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta. (rmol/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.