Jumat Tragis Si Gadis Manis

by -

METROPOLITAN – Jumat pagi menjadi hari yang berduka bagi warga Bojonggede dan sekitarnya. Tak ada yang menyangka kepergian Mayang Mariyana Saputri (18) yang hendak bekerja pagi itu menjadi perpisahan terakhir. Rumah bercat biru di Kampung Nanggerang, RT 01/05, Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, mendadak berduka lantaran gadis cantik itu pulang tanpa nyawa akibat dihantam commuterline di perlintasan tanpa palang pintu di kawasan Bojonggede, kemarin.

Puluhan kerabat dan rekan kerja Mayang Mariyana Saputri silih berganti berdatangan menyampaikan rasa dukanya. Selain itu, di luar rumah terpasang tenda biru yang juga dipenuhi tetangga yang melayat. Kepergian Mayang menjadi pembicaraan utama para kerabatnya yang masih tidak percaya dengan kejadian nahas itu.

Baca Juga  Maling Motor Di Susukan Nyaris Dibakar

Kepergian Mayang yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara itu bermula saat Mayang mengendarai motor matik sembari mendengarkan musik menggunakan headset di perlintasan kereta tanpa palang pintu yang berlokasi di Kampung Gedong, RT 04/24, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, sekitar pukul 07:45 WIB. ”Saat mendengar kabar Mayang meninggal, ibunya langsung murung di kamar. Bahkan sempat pingsan,’’ kata bibi korban, Salimah (34), saat ditemui Metropolitan.

Pada saat kejadian, anak pasangan Ahmad Mahmuri (40) dengan Ade Kurniasih (38) itu tengah menjalani rutinitasnya bekerja di kawasan Sentul City. Mayang biasa mengendarai sepeda motor Vario kesayangannya dengan nomor polisi F 4516 FBB.

Kepergian Mayang pun meninggalkan luka mendalam bagi sang kakek, Komarudin. Komarudin mengaku sempat tak percaya cucunya tewas mengenaskan. Menurutnya, Mayang dikenal sebagai gadis yang santun dan taat agama. ”Kalau ngaji dia tidak pernah ketinggalan. Apalagi kalau salat malamnya, sangat rajin,” ujarnya.

Baca Juga  Pengamanan 15 Gereja Diperketat

Salah seorang saksi, Adi Sulaiman, membenarkan adanya tabrakan sekitar pukul 07:45 WIB, di mana korban mengendarai sepeda motor. Setibanya di portal perlintasan commuterline, korban langsung menorobos. Padahal sudah diperingatkan penjaga portal tapi tetap memaksa melintas. “Hingga akhirnya korban tertabrak,” kata Adi Sulaiman saat ditemui di lokasi.

Korban terseret kurang lebih 30 meter dari perlintasan dengan kondisi mengenaskan. “Ususnya saya pungut satu per satu. Untuk motornya terseret kurang lebih 200 meter,” kata Adi.

Di lain tempat, Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster Sinaga membenarkan adanya pengendara motor yang tertabrak kereta di perlintasan kereta api area Jabodetabek. Korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka di kepala, tangan dan kaki putus hingga perut terburai. “Korban warga Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang. Jenazahnya langsung dikirim ke RSU PMI Bogor,’’ tandas Agus. (mul/ ryn/d/mam/run)

Baca Juga  Kapolsek BojongGede Berganti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *